PADANG, (GemaMedianet.com) | Gema takbir Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah berkumandang syahdu membawa pesan kebahagiaan yang inklusif di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya dan Kapalo Koto, Kota Padang. Di tengah keterbatasan logistik dan ruang gerak domestik, puluhan kepala keluarga yang terpaksa mengungsi akibat dampak bencana alam larut dalam suasana kebersamaan yang penuh haru saat mengeksekusi penyembelihan hewan kurban bantuan khusus dari Pemerintah Kota Padang.
Otoritas Pemko Padang menyalurkan masing-masing satu ekor sapi kurban premium ke kedua titik pengungsian tersebut. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dari kehadiran negara (state presence) serta manifestasi kepedulian sosial yang mendalam terhadap nasib warga kota yang hingga kini masih berjuang mengembalikan tatanan hidupnya di bilik-bilik huntara.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, yang memantau langsung jalannya pendistribusian menegaskan bahwa intervensi bantuan hewan kurban ini dirancang khusus untuk memotong disparitas sosial. Pemko ingin memastikan bahwa kegembiraan hari raya keagamaan wajib dinikmati secara setara, tanpa terkecuali oleh warga yang sedang tertimpa musibah.
“Alhamdulillah, tahun ini Huntara Lubuk Buaya dan Huntara Kapalo Koto masing-masing mendapatkan alokasi satu ekor sapi kurban dari Pemko Padang. Ini adalah ikhtiar kami untuk menghadirkan senyum dan kebahagiaan di wajah saudara-saudara kita, sekaligus mempererat tali silaturahmi yang kokoh di Hari Raya Idul Adha,” ungkap Hendri Zulviton, Rabu (27/5/2026).
Suntikan Moral Lewat Gotong Royong
Hendri Zulviton menambahkan, prosesi penyembelihan kurban di lokasi huntara ini bukan sekadar urusan membagikan paket protein hewani. Lebih dari itu, aktivitas komunal ini bertindak sebagai stimulus sosiologis untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong, rasa senasib sepenanggungan, serta mempertebal sistem kekeluargaan antarwarga pengungsi.
Ia berharap, momentum ini dapat menjadi suntikan moral yang kuat bagi masyarakat agar tetap tegar, optimistis menjalani aktivitas harian, serta konsisten merawat solidaritas kolektif selama masa transisi pemulihan di hunian sementara.
Sejak pagi hari, suasana di sekitar huntara tampak sangat dinamis. Warga pria bersama petugas BPBD bahu-bahu merobohkan dan menyembelih hewan kurban dengan pengawasan ketat, memastikan seluruh proses berjalan higienis dan tegak lurus sesuai koridor syariat Islam (halal). Sementara kaum ibu tampak sigap menyiapkan bumbu dan peralatan untuk membagi rata daging kurban ke seluruh bilik hunian secara berkeadilan.
Rasa syukur mendalam terpancar dari raut wajah para pengungsi. Lewat momentum Idul Adha ini, mereka menyelipkan doa dan harapan besar agar atensi, pendampingan psikososial, serta dukungan kebijakan hunian tetap (huntap) dari pemerintah daerah terus bergulir konsisten hingga proses rekonstruksi pascabencana tuntas seutuhnya. (prl/gmn)
#EditorMarzuki RH









0 comments:
Post a Comment