PADANG, (GemaMedianet.com) | Derasnya arus informasi di era kecerdasan buatan dan digitalisasi menuntut benteng ideologi serta kecerdasan kritis yang kuat dari generasi muda Ranah Minang. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa penguatan budaya literasi dan pemantapan jati diri adalah kunci mutlak bagi pelajar agar tidak tergilas oleh dampak negatif disrupsi teknologi.
Pesan bernada motivasi tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pemantapan Nilai Literasi Siswa SMK se-Kota Padang yang dipusatkan di SMK Negeri 9 Padang, Jumat (22/5).
Kegiatan strategis yang mengusung tema “Membaca Terbuka Jendela Dunia, Menulis Terukir Inspirasi Jiwa” ini dirancang sebagai stimulus untuk melahirkan lulusan vokasi yang tidak hanya terampil secara mekanis, melainkan juga cerdas, kritis, dan berkarakter luhur di era digital.
Di hadapan ratusan siswa, Muhidi menyoroti tantangan sosiologis yang dihadapi generasi Z dan Alpha saat ini. Menurutnya, lompatan teknologi yang tidak diimbangi dengan kecerdasan literasi rawan menjerumuskan pemuda pada paparan informasi bohong (hoax) hingga degradasi moral pergaulan bebas.
“Fondasi utama yang pertama kali harus kita kokohkan adalah identitas dan jati diri. Sebagai orang Minangkabau, kita memiliki jangkar moral yang jelas, yaitu falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Kita boleh dinamis bergaul dengan dunia luar, tetapi prinsip, keimanan, dan identitas kultural kita tidak boleh larut,” tegas Muhidi disambut riuh tepuk tangan siswa.
Jadikan Al-Qur'an Sumber Literasi Utama
Politisi senior ini menjabarkan bahwa membaca adalah jalan tol untuk membangun struktur berpikir (cognitive framework) yang kuat. Bagi generasi muda Muslim di Sumbar, Muhidi menganjurkan agar aktivitas membaca selalu diawali dengan mentadaburi Al-Qur’an sebagai rujukan kebenaran absolut, sebelum memperluas cakrawala keilmuan melalui literatur sains dan teknologi lainnya.
“Untuk menguatkan ketajaman pikiran, kuncinya adalah membaca. Ketika kita sudah menemukan kenikmatan dalam membaca buku, maka cara pandang kita terhadap dunia akan meluas, dan kita tidak akan mudah diprovokasi oleh informasi yang berseliweran di media sosial,” imbuhnya.
Dukungan Anggaran dan Revisi Perda Pendidikan
Lebih jauh, Muhidi memaparkan komitmen konkret DPRD Sumbar dalam mengintervensi peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) lewat pos anggaran pendidikan. Salah satu langkah terobosan yang sedang digulirkan adalah modernisasi fasilitas ruang kelas berbasis teknologi digital.
Saat ini, Pemprov bersama DPRD tengah menguji coba model kelas pintar (smart classroom) yang dilengkapi gawai laptop per siswa serta papan tulis digital pintar. Jika proyek percontohan (pilot project) ini sukses, skema serupa akan direplikasi massal ke sekolah-sekolah lain, termasuk kompleks SMA Negeri 10 Padang.
"Fokus utama kami di parlemen adalah investasi SDM. Kebutuhan dasar siswa harus terlayani dengan optimal, mulai dari ketersediaan buku cetak hingga infrastruktur teknologi penunjang. Tahun ini, program peningkatan kapasitas instruksional guru dan kepala sekolah juga terus kita genjot," urai Muhidi.
Guna memayungi langkah tersebut secara legal, Muhidi membeberkan bahwa DPRD Sumbar tengah mematangkan proses Revisi Perda Pendidikan. Revisi ini ditargetkan mampu mengunci regulasi penambahan porsi muatan lokal (mulok) berbasis kebudayaan daerah di tingkat SMA/SMK, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan umum tidak mencerabut akar karakter budaya Minangkabau pada diri siswa. (r/padek)
#Editor: RS Khadiva









0 comments:
Post a Comment