07 November 2021

Jelang Superbike di Mandalika, Kapolri Tegaskan Pencegahan Laju Pertumbuhan COVID-19




LOMBOK, (GemaMedianet.com| Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (7/12/2021).

Peninjauan itu dilakukan menjelang pelaksanaan Asian Talent Cup dan World Superbike Championship (WSBK) mendatang.

Panglima TNI dan Kapolri mengecek langsung untuk memastikan pengamanan dan penanganan, serta pengendalian COVID-19 berjalan dengan baik mulai dari persiapan, saat berlangsung hingga berakhirnya event internasional tersebut.

"Beberapa hari ke depan akan dilaksanakan event internasional yang akan dilaksanakan di Mandalika, mulai kejuaraan Asian Talent Cup sampai Superbike. Tentunya ini akan menjadi ujian buat kita, apakah kita mampu untuk melaksanakan event internasional, namun laju pertumbuhan COVID-19 bisa kita jaga," kata Sigit kepada wartawan usai meninjau Sirkuit Mandalika.

Untuk mencegah laju pertumbuhan virus corona, Kapolri menekankan, seluruh pihak terkait di NTB bersama-sama dengan TNI, Polri, Dinkes, relawan, tokoh masyarakat dan agama, untuk bersinergi melakukan percepatan akselerasi vaksinasi COVID-19. Dengan akselerasi vaksinasi, mantan Kapolda Banten ini menyebut, kekebalan komunal dari virus corona akan segera terwujud. Sehingga, pelaksanaan event internasional, bisa berjalan baik dari segi keamanan dan kesehatan.

"Oleh karena itu tentunya kami, selalu mengingatkan bahwa percepatan akselerasi vaksinasi untuk memastikan masyarakat kita memiliki kekebalan dan imunitas terhadap COVID-19," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Selain akselerasi vaksinasi, Kapolri menegaskan, harus dilakukan penguatan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat. Mengingat, hal itu masih menjadi upaya untuk mencegah laju penyebaran virus corona.

"Tentunya, agar prokes tetap dilaksanakan secara kuat. Sehingga kita bisa laksanakan event secara baik, laju COVID-19, bisa dijaga dan dampaknya pertumbuhan ekonomi akan semakin baik," ucap Sigit.

Kapolri pun merasa optimis, bahwa pelaksanaan event internasional di NTB bakal berjalan dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan. Menurutnya, hal itu sebagaimana kesuksesan kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua beberapa waktu lalu. Kegiatan yang berjalan lancar tersebut bisa berjalan beriringan antara keamanan dan faktor kesehatan. Sehingga, tidak mengakibatkan meledaknya angka COVID-19 pasca-event nasional tersebut.

"Beberapa waktu lalu, PON ke-XX berjalan baik dengan tetap menjaga prokes. Alhamdulillah, untuk pertumbuhan COVID-19 pada saat itu betul-betul bisa terkelola, sehingga tidak muncul gelombang ketiga," tutur Sigit.

Lebih dalam, Kapolri mengungkapkan, bahwa Indonesia berada di peringkat paling atas se-Asia Tenggara dalam hal menekan laju pertumbuhan virus corona. Menurutnya, itu berkat kerja keras dan kerjasama antar seluruh elemen.

"Seperti rekan-rekan ketahui atas kerja keras dari seluruh elemen TNI, Polri, gugus Dinkes, relawan, BIN dan seluruh yang terlibat sebagai vaksinator dan langkah-langkah dalam rangka laksanakan dan pengawalan prokes, maka saat ini angka kita sudah sangat bagus dibandingkan beberapa waktu lalu.  Bahkan, Indonesia menempati posisi pertama di Asia Tenggara dalam Indeks Nikkei. Ini semua harus dipertahankan, event nasional maupun internasional," papar Sigit.

Demi memastikan pelaksanaan event internasional tersebut berjalan dengan baik dan aman, Panglima TNI dan Kapolri juga memimpin rapat pengarahan bersama dengan Forkopimda NTB. Kapolri kembali menekankan, apabila Asian Talent Cup dan WSBK bisa berjalan dengan baik, maka NTB khususnya di Sirkuit Mandalika akan siap menggelar perhelatan Moto GP 2022.

Kapolri mengapresiasi Forkopimda NTB, lantaran memiliki catatan progres yang baik dalam hal penanganan dan pengendalian COVID-19. Diantaranya akselerasi vaksinasi. Dalam laporan yang diterima, Kapolri memaparkan bahwa, di Mataram Barat sudah mencapai vaksinasi dosisi pertama sebesar 96 persen. Sementara, Lombok Tengah di angka 70,94 persen.

"Langkah ini sudah cukup bagus dan berdampak pada positivity rate dan angka-angka lain. Di NTB, saya lihat semua menurun, kasus update-nya dibandingkan dengan nasional, untuk NTB positivity rate ada di bawah nasional 0,11 persen, sedangkan angka nasional sendiri 0,37 persen. Saya kira, ini pekerjaan yang terlihat hasilnya. Sehingga ini juga tentunya jadi modal untuk masuk persiapkan pelaksanaan kegiatan di Mandalika," papar Sigit. 

Meski mengalami progres positif, Kapolri berharap, Forkopimda NTB tetap melakukan antisipasi dan mempertahankan tren baik yang saat ini sudah ada. Hal itu demi mengantisipasi adanya risiko sekecil apapun, terkait dengan lonjakan COVID-19.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri menyebut, seluruh pihak tidak boleh lengah ataupun abai, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti gelombang ketiga COVID-19. Protokol kesehatan harus tetap disiplin, meskipun saat ini adanya penurunan asesmen terkait PPKM level yang diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat.

"Harus cek semua rumah sakit yang ada, dan antisipasi. Karena ada risiko dengan turunnya angka tersebut, dan turunkan asesmen level yang berdampak banyaknya aktivitas. Dan kelonggaran ini diantisipasi jangan sampai lengah dan abai, hingga akhirnya tanpa kita sadari kita kecolongan dan muncul gelombang ketiga," ujar Sigit.

Dia menyebut, pengalaman di akhir tahun selalu menghadapi situasi seperti libur dan setelah libur angka naik.

"Tolong pertahankan angka yang sudah baik," tambah Sigit sekaligus mengakhiri. (r)

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

POLDA SUMBAR


SUMATERA UTARA

KOMUNITAS


HUMANITY

KULINER


MENTAWAI


MANCANEGARA



IKLAN

IKLAN



TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views


Terkini



Pariaman


HISTORIA

FACEBOOK - TWEETER




Artikel


INFO GEMPA


BUMD








IKLAN

IKLAN

Adv

KARIR