✅Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis Selama Dua Jam, Tim SAR Gabungan Belah Kabut Malam _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Jalur tengkorak Jalan Raya Padang-Solok kembali memakan korban jiwa. Sebuah truk pengangkut minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hilang kendali dan terjun bebas ke dalam jurang sedalam kurang lebih 80 meter di kawasan Tunggua Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Peristiwa nahas yang terjadi pada Kamis (2/7/026) malam tersebut mengakibatkan seorang sopir cadangan tewas di lokasi kejadian setelah terjebak di dalam kabin kendaraan.
Informasi yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Padang menyebutkan, laporan kecelakaan maut ini pertama kali masuk ke sistem kedaruratan pada pukul 22.10 WIB. Menanggapi situasi kritis tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung bergerak membelah kabut malam menuju titik lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan.
Kondisi medan yang sangat curam dengan kedalaman jurang mencapai 80 meter, ditambah pekatnya malam, sempat menyulitkan pergerakan petugas. Berdasarkan pengamatan di dasar jurang, posisi bangkai truk mengalami ringsek parah dan menjepit tubuh korban yang berada di dalam ruang kemudi.
Evakuasi Dua Jam di Dasar Jurang
Proses evakuasi dilaikkan secara kolaboratif oleh Tim SAR Gabungan dengan ekstra hati-hati menggunakan peralatan penyelamatan khusus untuk memotong material besi kabin truk yang menjepit tubuh korban.
"Pusdalops BPBD Kota Padang menerima laporan adanya truk CPO masuk jurang dan langsung mengerahkan personel di bawah komando Kalaksa serta Kabid KL. Proses evakuasi bersama Tim SAR Gabungan dan memakan waktu sekitar dua jam karena posisi korban yang terjepit sangat sulit dijangkau," ungkap rilis resmi dari BPBD Kota Padang.
Setelah perjuangan keras menembus dinding tebing yang terjal, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengangkat tubuh korban dari dasar jurang pada Jumat (3/7) dini hari sekitar pukul 00.44 WIB. Namun, korban yang diketahui bernama Muhammad Fajri (32), warga RT 01 RW 02 Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, dilaikkan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia (Kode Hitam).
Sinergi Ragam Unsur di Lapangan
Keberhasilan penanganan kedaruratan di jalur Sitinjau Lauik ini tidak lepas dari tingginya sinergi unsur kemanusiaan yang bahu-membahu di lokasi kejadian. Setidaknya terdapat delapan elemen yang bertahan hingga dini hari guna memastikan korban dapat dievakuasi ke permukaan.
Tim gabungan tersebut terdiri dari personel BPBD Kota Padang, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, jajaran Kepolisian, Relawan Rumah Zakat, Kelompok Siaga Bencana (KSB), tim medis Ambulans Marolla, serta dibantu oleh masyarakat sekitar secara swadaya.
Hingga berita ini diturunkan, bangkai truk CPO masih berada di dasar jurang dan kasus kecelakaan tunggal ini sudah ditangani oleh pihak Satlantas Polresta Padang untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti runtuhnya kendaraan tersebut. Sementara itu, nilai kerugian materiil akibat insiden ini masih belum ditaksir oleh pihak berwenang. (rsk/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment