PADANG, (GemaMedianet.com) | Wajah sektor pariwisata dan infrastruktur ekonomi maritim di Kota Padang dipastikan bakal mengalami lompatan besar. Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama PT Pelindo (Persero) Regional 2 Teluk Bayur resmi memperkuat komitmen kolaborasi untuk mengeksekusi pembangunan fisik megaproyek Maritim Center di kawasan cagar budaya Batang Arau pada tahun 2026 ini.
Kepastian tersebut mengemuka setelah Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima kunjungan kedinasan dari General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jum'at (3/7/2026).
Pertemuan strategis tersebut menelurkan dua agenda utama yang akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di ibu kota Provinsi Sumatera Barat. Agenda perdana fokus pada akselerasi penataan estetika kawasan Muara Padang dan Batang Arau lewat infrastruktur pariwisata terpadu.
"Kami membawa kabar baik bagi warga kota. Pembangunan Maritim Center Batang Arau yang telah lama dinantikan masyarakat akan mulai dieksekusi fisiknya pada tahun 2026 ini. Saat ini, seluruh detail desain bangunan telah rampung dilaikkan dan sedang memasuki tahapan proses pelelangan (tender) resmi," ungkap Ferrial Dunan Sidabutar seusai pertemuan.
Optimalkan Potensi Teluk Bayur Lewat BUMD
Selain mematangkan rencana pusat edukasi dan rekreasi maritim di kawasan kota tua, agenda krusial kedua yang dibahas kedua belah pihak adalah optimalisasi kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. Sektor ini dibidik secara khusus untuk mempertebal kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang melalui kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.
Ferrial menegaskan bahwa Pelindo membuka pintu kemitraan selebar-lebarnya bagi Pemko Padang melalui keterlibatan aktif Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sinergi ini dilaikkan bakal menjadi pintu masuk pengelolaan aset, logistik, dan jasa pelabuhan yang selama ini belum tergarap maksimal secara bersama.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut hangat komitmen konkret dari manajemen Pelindo. Menurutnya, Batang Arau dan Teluk Bayur merupakan dua pilar sejarah dan ekonomi yang tidak bisa dipisahkan dari jati diri Kota Padang. Pembenahan Batang Arau menjadi kawasan wisata premium dilaikkan tidak hanya akan mempercantik kota, melainkan memicu lahirnya usaha mikro baru di sektor ekonomi kreatif.
"Pemko Padang siap memberikan dukungan regulasi dan fasilitasi yang diperlukan agar eksekusi lapangan berjalan lancar. Kolaborasi bersama BUMD di Teluk Bayur juga menjadi langkah cerdas untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi makro di pelabuhan memberikan dampak kesejahteraan yang langsung dirasakan oleh warga Kota Padang," pungkas Fadly Amran. (hkp/gmn)
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment