PADANG, (GemaMedianet.com) | Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, memberikan catatan penting pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (27/4). Ia menegaskan bahwa ruh dari otonomi daerah adalah hadirnya pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang menyentuh langsung akar rumput.
Menurut Muhidi, kewenangan besar yang diberikan pusat ke daerah melalui otonomi harus dibuktikan dengan tiga pilar utama: kualitas pendidikan, layanan kesehatan maksimal, dan penguatan ekonomi lokal melalui UMKM.
Muhidi menggarisbawahi bahwa otonomi daerah tidak boleh berhenti pada tataran administratif. Ia menyoroti sektor kesehatan dan pendidikan sebagai indikator keberhasilan daerah dalam mengelola wewenangnya.
Sektor Kesehatan : Pelayanan harus merata, berkualitas, dan terjangkau melalui sinergi tenaga medis dan pemerintah.
Sektor Pendidikan : Pemerataan akses melalui beasiswa, infrastruktur, dan digitalisasi pendidikan guna mencetak generasi unggul di Sumatera Barat.
“Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kewenangan daerah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan rakyat. Kebijakan dan anggaran harus memberi dampak langsung,” ujar Muhidi.
UMKM dan Reformasi Birokrasi Berbasis Hasil
Sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, Muhidi mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam memperluas investasi yang mendukung UMKM. Sektor ini dinilai sebagai motor utama pembuka lapangan kerja baru yang paling relevan dengan karakteristik ekonomi di Sumatera Barat.
Salah satu poin tajam yang disampaikan Muhidi adalah perlunya pergeseran paradigma birokrasi. Ia menekankan, bahwa birokrasi di Sumatera Barat tidak boleh hanya fokus pada penyerapan anggaran semata, tetapi harus berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
“Birokrasi tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi harus mampu menghasilkan program yang nyata,” tegasnya.
Sinergi Asta Cita
Senada dengan Muhidi, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat membacakan sambutan Mendagri menyebutkan tema tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Peringatan ini menjadi momentum bagi daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal dan sinkronisasi perencanaan antara pusat dan daerah guna mempercepat pemerataan pembangunan.
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment