PADANG, (GemaMedianet.com) | Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat mengambil langkah berani dalam mereformasi standar keselamatan di jalan raya. Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi pengemudi angkutan barang khusus yang digelar di Padang, Minggu (26/4/2026), kepolisian berupaya memutus rantai kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan besar di jalur-jalur utama Sumbar.
Bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), program ini memposisikan pengemudi angkutan barang bukan sekadar operator kendaraan, melainkan profesi bersertifikat dengan standar kompetensi nasional.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. M.H. Reza Chairul Akbar Sidig, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa sertifikasi ini adalah fondasi utama dalam menekan angka pelanggaran. Dengan sertifikat dari BNSP, seorang pengemudi diakui telah memiliki pengetahuan teknis, etika berkendara, dan kemampuan mitigasi risiko yang mumpuni.
"Kegiatan ini merupakan langkah nyata kita untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. Kami berharap, pengemudi angkutan khusus memiliki kompetensi dan tanggung jawab yang mumpuni dalam menjalankan tugasnya," ujar Kombes Pol. Reza.
Lalu Lintas untuk Kemanusiaan
Langkah proaktif Ditlantas Polda Sumbar ini berorientasi pada nilai kemanusiaan. Mengingat fatalitas kecelakaan yang melibatkan angkutan barang khusus seringkali berdampak luas, standardisasi ini menjadi upaya preventif paling efektif.
Sertifikasi ini mencakup pengujian ketat terhadap Pemahaman regulasi angkutan barang khusus, Teknik mengemudi defensif (defensive driving), Kesiapan mental dan tanggung jawab di jalan raya umum.
"Bersama kita wujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan untuk kemanusiaan," tambah Kombes Pol. Reza, menekankan bahwa keselamatan publik adalah hukum tertinggi.
Harapan Menuju Jalur Utama yang Aman
Melalui agenda yang diproyeksikan berkelanjutan ini, para pengemudi angkutan barang di Sumatera Barat diharapkan menjadi pelopor keselamatan (safety pioneer). Standar kompetensi yang diakui secara nasional ini diharapkan mampu mengurangi beban risiko kecelakaan di jalur-jalur krusial seperti Sitinjau Lauik atau Pendakian Silaing, yang selama ini menjadi tantangan besar bagi angkutan barang berat.
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment