28 April 2026

Hilirisasi Bambu Lawang : Dari Bahan Bangunan Jadi Suvenir Bernilai Ekonomi Tinggi



AGAM, (GemaMedianet.com) |  Nagari Lawang, Kecamatan Matur, kini mulai melirik potensi tersembunyi dari tanaman bambu yang melimpah di wilayahnya. Sebanyak 16 warga setempat resmi mengikuti pelatihan intensif selama 20 hari ke depan untuk menyulap bambu mentah menjadi berbagai produk suvenir dan kerajinan kreatif yang memiliki daya saing pasar.

Kegiatan strategis ini digagas oleh Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal, sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Kabupaten Agam.

Dalam pembukaan pelatihan yang dihadiri oleh Kepala BLK Payakumbuh, Camat Matur, dan Wali Nagari Lawang pada Senin (27/4/2026), Rafdinal menekankan bahwa inovasi adalah kunci dalam meningkatkan taraf ekonomi warga. Selama ini, bambu lebih banyak digunakan sebagai bahan bangunan sederhana yang nilai jualnya terbatas.

“Bambu bukan hanya bahan bangunan, tetapi bisa menjadi suvenir dan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini peluang yang harus dimanfaatkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Rafdinal.

Pendampingan Intensif 20 Hari

Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung di bawah bimbingan instruktur profesional, Musrizal. Selama hampir tiga minggu, peserta akan dilatih mengolah bambu menjadi:

Peralatan rumah tangga artistik, Suvenir dan cendera mata khas daerah, dan Kerajinan tangan kreatif lainnya yang relevan dengan tren pasar wisata.

Rafdinal juga menyampaikan apresiasi kepada H. Abrar yang memfasilitasi kegiatan ini, serta menekankan bahwa penguatan keterampilan (upskilling) adalah pintu masuk utama bagi lahirnya wirausaha baru di tingkat nagari.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Nagari

Dengan sumber daya alam yang melimpah, Nagari Lawang memiliki modal besar untuk menjadi sentra kerajinan bambu di Sumatera Barat. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya sekadar mendapat ilmu, tetapi mampu membentuk kelompok usaha bersama yang mandiri.

“Selamat kepada para peserta. Gunakan waktu 20 hari ini dengan serius. Semoga ini menjadi bekal untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat Lawang,” tutup Rafdinal. (Editor/LKP)

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive