04 April 2020

Perkembangan Kasus Covid-19, Pemko Padang Tingkatkan Upaya Lindungi Masyarakat


PADANG, (GemaMedianet.com— Kasus Virus Corona Disease 2019 atau Covid-19 di sejumlah daerah di tanah air, termasuk di Kota Padang terus mengalami perkembangan.

Data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Padang per 2 April 2020, telah didapati Pelaku Perjalanan dari Area Terjangkit (PPT) mengalami peningkatan yakni sebanyak 2.895 orang, dengan 267 PPT baru, dan yang selesai pemantauan 99 orang.

Kemudian untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) telah ditemukan sebanyak 75 orang dengan 15 ODP baru dan selesai pemantauan 36 orang.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yakni sebanyak 11 orang, dengan 4 orang telah dinyatakan negatif Covid-19. Sedangkan terkonfirmasi positif sebanyak 6 orang dengan meninggal 1 orang.

Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Feri Mulyani kepada wartawan di Media Center Balai Kota Padang, Kamis (2/4/2020).

Mahyeldi berharap, penyebaran wabah Covid-19 dapat ditekan semaksimal mungkin di Kota Padang. Oleh karena itu berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan secara maksimal untuk pencegahan penyebaran wabah tersebut.

"Termasuk memberikan dukungan bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak langsung secara ekonomi dari pandemi covid-19 ini," ujar wali kota.

Dijelaskan, sejak dinyatakannya Padang dalam kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah kota serta didukung pihak terkait lainnya terus melakukan upaya atau pun mengambil kebijakan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Upaya itu, sebut Mahyeldi, mulai dari aksi penyemprotan disinfektan ke semua fasilitas umum termasuk rumah masyarakat, hingga memindahkan peserta didik agar belajar di rumah serta ASN non eselon yang hamil, menyusui atau memiliki anak yang tidak ada yang mengurusinya di rumah agar work from home (WFH).

Kemudian, juga memberlakukan larangan aktivitas bagi warga di malam hari sesuai jam yang ditentukan, memeriksa sekaligus menutup akses masuk orang luar ke Padang.

Selain itu, sambung wako, guna menindaklanjuti Maklumat Kapolri serta arahan Keputusan Bersama yang disepakati dari unsur Forkopimda, FKUB dan Ormas Islam terkait larangan beribadah di rumah ibadah seperti masjid/mushala, gereja, vihara dan lainnya untuk sementara waktu, hingga kondisi kembali aman dari Covid-19.

Mahyeldi menambahkan, untuk penanganan pasien Covid-19 secara intens dan optimal, maka pemko sudah menjadikan RSUD dr. Rasidin sebagai rumah sakit khusus penanganan Covid-19.
Selanjutnya melakukan "refocusing" kegiatan, realokasi anggaran serta membuat Jaring Pengaman Sosial (JPS) guna menggalang donasi untuk keperluan pemenuhan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan hal penting lainnya dengan melibatkan dukungan lembaga zakat yang ada di Padang disertai bantuan Baznas Kota Padang serta para donatur.

Lebih lanjut disampaikan wako, Pemko Padang pun juga tengah menyiapkan dukungan bantuan sembako kepada warga Kota Padang yang terdampak langsung secara ekonomi atas Pandemi Covid-19.

"Hal ini guna memberikan jaminan kebutuhan pangan sementara waktu di dalam situasi tersebut," tukasnya.

Menurutnya, sekarang camat se-Kota Padang bersama lurah dan didukung RT/RW sedang melakukan validasi data terhadap siapa dan mana saja warga yang terdampak langsung atas musibah penyebaran Covid-19 ini.

"Semoga dalam beberapa hari ke depan semua datanya sudah valid, dan Insya Allah kita akan menyerahkan bantuan pangan tersebut berupa beras sebanyak 9 kg per jiwa nantinya," ungkapnya.(rel/mr)

0 komentar:

Post a Comment

Iklan

Iklan

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN KPU

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER