22 June 2026
Sambut Pelantikan Agustus, Pengurus JMSI Sumbar Perkuat Kemitraan Taktis dengan Komisi 1 DPRD
21 June 2026
Dongkrak Kompetensi SDM, Wakil Wali Kota Maigus Nasir Dorong Penerapan Penjaminan Mutu Internal Lembaga Kursus
✅ Buka Pendampingan SPMI di Disdikbud : Pastikan Lulusan Pendidikan Nonformal Siap Terserap Dunia Kerja _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Padang agar mampu bersaing di tengah ketatnya dinamika pasar kerja global terus dipertajam. Tidak sekadar mengandalkan jalur pendidikan formal, penguatan struktur dan tata kelola pada sektor pendidikan nonformal kini menjadi fokus intervensi strategis demi mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten, adaptif, dan memiliki keahlian spesifik (applied skills).
Urgensi pembenahan standar pendidikan tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka secara resmi kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tahap I. Agenda krusial yang mengumpulkan para pengelola pusat pelatihan se-Kota Padang ini dihelat di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Jumat (19/6) lalu.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Maigus Nasir menyatakan bahwa LKP memiliki posisi yang sangat strategis dalam memotong mata rantai pengangguran terdidik di tingkat perkotaan. Sifat pendidikan nonformal yang luwes dan lincah membuat LKP jauh lebih adaptif dalam merespons fluktuasi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dibandingkan kurikulum formal yang cenderung kaku.
Namun, fleksibilitas tersebut wajib diimbangi dengan sistem kontrol kualitas yang ketat dari dalam lembaga itu sendiri. Di sinilah instrumen SPMI berperan sebagai jangkar standardisasi operasional.
"LKP di Kota Padang tidak boleh lagi dikelola secara konvensional atau sekadar berjalan apa adanya. Mutu penyelenggaraannya harus naik kelas. Melalui penerapan SPMI yang terstruktur, setiap lembaga kursus dipaksa memiliki standar kurikulum, instruktur, hingga sarana prasarana yang klop dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Kita ingin lulusan kursus dari Padang langsung siap pakai, bukan siap latih kembali," ujar Maigus Nasir tegas.
Harmonisasi Regulasi: Menjawab Kebutuhan Pasar Industri
Pemerintah Kota Padang berkomitmen mengawal kebijakan anggaran yang berpihak pada penguatan literasi vokasional masyarakat. Maigus berharap, pendampingan tahap pertama yang diinisiasi bersama Disdikbud ini mampu melahirkan draf evaluasi mandiri bagi masing-masing pengelola kursus.
"Dunia kerja bergerak sangat cepat. Keterampilan yang dibutuhkan tahun ini bisa jadi sudah usang tahun depan. Oleh karena itu, melalui SPMI ini, LKP di bawah binaan Disdikbud Kota Padang harus rutin melakukan pemutakhiran program agar produk lulusan kita memiliki daya saing vertikal di tingkat nasional hingga internasional," tambahnya.
Melalui peletakan fondasi SPMI yang kokoh ini, Pemerintah Kota Padang optimistis angka serapan kerja sektor informal urban akan meningkat secara signifikan, sekaligus mentransformasi LKP menjadi inkubator wirausaha mandiri yang tangguh di Sumatera Barat. (hkp/gmn)
Editor: Marzuki RH
Turun ke Car Free Day, Fadly Amran-Maigus Nasir Bubuhkan Tanda Tangan di Kain Putih 1 Kilometer
Tabuh Gendang di Nanggalo, Maigus Nasir Resmi Buka MTQN ke-42 dan Dorong Geliat Bazar UMKM
✅Lantik Pengurus LPTQ Baru dan Dewan Hakim : Seluruh Kecamatan Bersiap Hadapi Ajang Tingkat Kota September 2026 _
Bentangkan Kain Putih Ratusan Meter, Polda Sumbar dan LKAAM Bersatu Perangi Narkoba dan LGBT
Pererat Silaturahmi Lintas Media, Pengurus IKW RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putera Dafit Pelor
✅Penuh Kehangatan di Tengah Guyuran Hujan Sore: Wujud Solidaritas Organik dan Jiwa Korsa Wartawan Padang _
20 June 2026
Buka Jalan ke Industri Penerbangan, Pemko Padang Gandeng Politeknik Kirana Siapkan 40 Slot Beasiswa D4
✅Teken MoU dengan Kampus Vokasi Dukungan Lion Group: Lulusan Berpeluang Langsung Rekrutmen Kerja _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural melalui intervensi pendidikan tinggi berbasis serapan industri kembali menorehkan lompatan strategis. Menolak membiarkan generasi muda terjebak dalam tingginya angka pengangguran terdidik, otoritas kota bergerak taktis membuka gerbang emas bagi anak-anak daerah untuk masuk dan berkarier di sektor industri dirgantara nasional.
Langkah progresif tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Kota Padang dan Politeknik Kirana. Agenda penandatanganan kemitraan strategis ini dilaksanakan secara khidmat di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Rabu (17/6) kemarin.
Dalam kesepakatan tersebut, Politeknik Kirana secara resmi mengalokasikan sebanyak 40 slot beasiswa khusus yang diperuntukkan bagi putra-putri terbaik asal Kota Padang. Angka alokasi ini menjadi peluang emas mengingat ketatnya kompetisi masuk ke institusi pendidikan khusus kedirgantaraan di tanah air.
Sebagai informasi, Politeknik Kirana merupakan salah satu Perguruan Tinggi Vokasi papan atas yang menyelenggarakan program pendidikan jenjang Diploma 4 (D4) atau Sarjana Terapan di bidang penerbangan. Keunggulan mutlak dari kampus vokasi ini terletak pada ekosistem akademiknya yang didukung dan terafiliasi langsung secara korporasi oleh Lion Group, salah satu raksasa maskapai penerbangan terbesar di Asia Tenggara.
Peluang Kerja Instan: Menjawab Tantangan Pengangguran Terdidik
Kerja sama ini dinilai menjadi angin segar bagi pembangunan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Bingkuang. Nilai tambah yang paling krusial dari program beasiswa kerja sama ini adalah adanya jaminan peluang kerja (job linkage) pasca-kelulusan.
Setiap mahasiswa penerima beasiswa asal Padang yang berhasil menyelesaikan studi vokasi terapan ini, akan mendapatkan prioritas utama untuk langsung direkrut dan membangun karier profesional di berbagai lini bisnis industri penerbangan di bawah naungan Lion Group.
"Ini adalah langkah konkret Pemko Padang dalam merespons kebutuhan pasar kerja modern. Melalui jalur pendidikan vokasi D4 penerbangan yang terintegrasi langsung dengan industri raksasa seperti Lion Group, kita tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi langsung memetakan dan mengamankan masa depan pekerjaan bagi 40 anak muda Padang," tulis pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dalam sela-sela agenda tersebut.
Program beasiswa D4 kedirgantaraan ini diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda urban untuk berani keluar dari zona nyaman dan mengambil peran dalam industri strategis nasional yang membutuhkan keahlian teknis (technical skill) tingkat tinggi. (hkp/gmn)













