PADANG, (GemaMedianet.com) | Sisi kelam dari cuaca ekstrem yang melanda pesisir ibu kota provinsi kembali menyisakan duka bagi warga prasejahtera. Akibat akumulasi hujan lebat disertai amukan angin kencang sejak pertengahan pekan, sebuah pohon raksasa tumbang dan meluncur menghantam zona permukiman padat di lereng perbukitan. Insiden ini mengakibatkan satu unit rumah hancur terbelah dan memaksa penghuninya mengungsi darurat.
Bencana hidrometeorologi tersebut melanda kawasan Jalan RT 02 RW 01, Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Padang Selatan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, sebuah pohon jenis tarok berukuran raksasa dengan panjang mencapai ± 25 meter dan diameter super besar ± 200 centimeter roboh telak menimpa atap rumah milik Syafrizal (50), seorang warga yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai buruh harian lepas.
Pusdalops-PB BPBD Kota Padang melaporkan kronologis bencana dipicu oleh badai angin kencang yang mulai mengamuk sejak Rabu malam (17/6/2026) pukul 18.45 WIB. Namun, karena intensitas hujan yang sangat deras serta topografi medan menuju Bukit Gado-Gado yang terkenal ekstrem, terjal, dan minim pencahayaan, operasi pemotongan batang pohon raksasa itu urung dieksekusi pada malam kejadian.
"Kondisi cuaca Rabu malam sangat tidak memungkinkan. Hujan masih turun sangat lebat dan akses kelongsoran serta kemiringan kelokasi sangat susah sehingga terlalu berisiko bagi keselamatan personel. Pengerjaan taktis pembersihan baru bisa kami gelar secara masif pada Kamis pagi (18/6) mulai pukul 09.00 WIB," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) di lapangan.
Rumah Rusak Berat, Korban Jiwa Nihil
Dampak hantaman pohon purba berdiameter dua meter tersebut berakibat fatal pada struktur bangunan. Berdasarkan analisis teknis petugas di lapangan, rumah semi-permanen milik keluarga Syafrizal mengalami kerusakan struktural yang sangat berat (heavy damage) pada bagian atap hingga dinding utama, sehingga dinyatakan tidak layak dan tidak aman lagi untuk ditempati.
"Taksiran kerugian materiil akibat kerusakan fisik bangunan ini diprediksi menembus angka Rp 65.000.000,-. Beruntung, saat material pohon seberat puluhan ton itu ambruk menghujam bangunan, penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga dipastikan nihil korban jiwa maupun luka-luka," tulis Pusdalops BPBD dalam laporan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi pemotongan dahan dan batang tarok raksasa tersebut masih terus dikerjakan secara intensif oleh personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang menggunakan gergaji mesin mekanis.
Mengingat dampak kerusakan yang meruntuhkan tempat tinggal warga, penanganan di Bukit Gado-Gado kali ini melibatkan koordinasi lintas sektor. Di lokasi, tim BPBD tampak bahu-membahu bersama petugas Dinas Sosial Kota Padang, pihak Kecamatan Padang Selatan, Lurah setempat, jajaran Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta puluhan masyarakat sekitar yang bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa reruntuhan.
Dinas Sosial dilaporkan tengah menyiapkan bantuan logistik kedaruratan dan tenda pengungsian sementara bagi keluarga korban. (mrh/gmn)
#Editor: RS Khadiva









0 comments:
Post a Comment