PESSEL, (GemaMedianet.com) | Ancaman abrasi sungai dan banjir yang membayangi warga di Nagari Air Haji Barat dan Nagari Pasar Lama Muara Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), segera mendapat penanganan permanen.
Melalui dana aspirasi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muchlis Yusuf Abit, anggaran sebesar Rp2,5 miliar telah dikunci untuk pembangunan pengamanan tebing sungai pada tahun anggaran 2026.
Proyek ini menjadi prioritas utama dalam agenda mitigasi bencana Yusuf Abit, mengingat tingginya kerentanan infrastruktur pemukiman dan lahan produktif warga di sepanjang aliran sungai tersebut saat intensitas hujan tinggi.
Yusuf Abit menjelaskan, pembangunan pengamanan tebing sungai ini merupakan respon langsung terhadap aspirasi masyarakat yang kerap terdampak luapan air sungai. Kondisi tebing yang terus terkikis dikhawatirkan akan merusak akses jalan dan rumah penduduk di sekitarnya.
“Pesisir Selatan masih dalam masa pemulihan pascabencana. Kita tidak bisa hanya melakukan perbaikan darurat. Anggaran Rp2,5 miliar ini ditujukan untuk membangun struktur pengamanan yang kokoh agar masyarakat tenang saat musim hujan tiba,” tegas Yusuf Abit, Minggu (8/3/2026).
Sinkronisasi Pembangunan Infrastruktur 2025–2026
Pembangunan tebing sungai ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program pembangunan infrastruktur yang telah direalisasikan Yusuf Abit di tahun sebelumnya.
Berikut adalah peta kemajuan proyek infrastruktur yang dikawal oleh Muchlis Yusuf Abit di Pesisir Selatan yakni
(1). Realisasi 2025 yaitu Pembangunan jalan rabat beton di Durian Pandaan, pembukaan jalan usaha tani, serta pembangunan pengaman tebing sungai tahap awal di Kampung Labuhan Tanjak. (Tuntas)
(2). Target 2026 yaitu Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Nagari Air Haji Barat dan Pasar Lama Muara Air Haji (Anggaran Rp2,5 M), serta penguatan sarana prasarana sekolah di beberapa kecamatan. (Berjalan/Direncanakan).
Dorong Ekonomi Lewat Jalan Usaha Tani
Selain mitigasi bencana, Yusuf Abit juga menitikberatkan pada akses ekonomi sektor pertanian. Pembukaan jalan usaha tani di Kampung Labuhan Tanjak diharapkan dapat memangkas biaya transportasi hasil panen petani setempat.
"Infrastruktur bukan hanya soal bangunan fisik, tapi soal bagaimana jalur ekonomi masyarakat bisa tetap bergerak lancar tanpa dihantui rasa takut akan bencana," tambahnya.
Selaku wakil rakyat dari Fraksi Gerindra, Yusuf Abit memastikan koordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi tetap intens agar pelaksanaan proyek di lapangan sesuai dengan spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi jalannya pembangunan agar hasil yang dicapai maksimal dan bertahan lama. (rsd)
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment