08 March 2026

Senyum di Balik "Ruang Pulih" : Kisah Bunda Maryam, Menjahit Harapan dari Reruntuhan Palembayan



PADANG, (GemaMedianet.com) | Di salah satu sudut Ballroom ZHM Premiere Hotel Padang, Minggu (8/3) siang, seorang wanita paruh baya tampak menggenggam erat jemari putra kecilnya. Namanya Maryam (44), salah satu dari 200 "Bunda Tangguh" yang hadir dalam Yatim Fest 1447 Hijriah.

Maryam bukan warga kota yang datang untuk sekadar berpesta; ia adalah penyintas yang menempuh perjalanan jauh dari Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Ingatan Maryam masih lekat pada gemuruh banjir bandang yang menghantam desanya beberapa waktu lalu. Rumahnya, tempat ia membesarkan tiga anak sendirian sejak sang suami wafat dua tahun silam, kini hanya menyisakan fondasi yang tertutup lumpur.

"Melihat air datang begitu cepat, saya hanya terpikir satu hal: anak-anak harus selamat. Harta bisa dicari, tapi nyawa anak-anak adalah titipan yang paling berharga," kenangnya dengan suara yang sesekali bergetar.

Membasuh Luka di "Ruang Pulih"

Selama ini, Maryam sibuk menjadi tameng bagi anak-anaknya. Ia menelan sendiri kesedihannya agar buah hatinya tidak takut. Namun, dalam sesi Ruang Pulih yang digagas Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI), Maryam akhirnya punya kesempatan untuk menjadi "manusia biasa".

Di ruangan itu, ia tidak dipandang sebagai peminta bantuan, melainkan sebagai "tulang rusuk yang patah" yang sedang dirawat kembali. Maryam bercerita, menangis, dan akhirnya tertawa bersama ibu-ibu senasib lainnya.

"Baru hari ini saya merasa beban di pundak sedikit ringan. Saya diingatkan bahwa saya tidak berjuang sendirian. Ada banyak tangan yang siap merangkul kami," ungkapnya sambil mengusap air mata yang jatuh di sela senyumnya.

Cahaya untuk Masa Depan

Pesan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, tentang qadarullah menjadi penenang bagi batinnya. Bagi Maryam, Yatim Fest bukan sekadar soal paket bingkisan atau hadiah simbolis. Ini adalah soal pengakuan atas martabatnya sebagai seorang ibu.

Saat putranya berlari menghampiri dengan wajah ceria membawa mainan dari sesi game, Maryam tersenyum lebar. Luka akibat bencana di Palembayan mungkin belum sepenuhnya kering, namun hari itu, di jantung Kota Padang, Maryam menemukan kembali cahayanya.

Ia pulang ke Agam bukan hanya dengan buah tangan, tapi dengan keyakinan baru: bahwa dari reruntuhan lumpur sekalipun, bunga harapan tetap bisa tumbuh mekar jika dipupuk dengan kepedulian.

Seperti tema kegiatan hari ini, Maryam kini siap bertransformasi. Dari seorang ibu yang terluka oleh bencana, menjadi pembawa cahaya bagi masa depan anak-anak yatimnya. (RS Khadiva)

#Editor : Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive