PASBAR (GemaMedianet.com) | Menjawab tantangan geografis dan tingginya aktivitas mobilitas di wilayah Pasaman Barat, Polres Pasaman Barat secara resmi meluncurkan kegiatan "Strong Point Polri Hadir", Rabu (1/4/2026). Program ini menempatkan personel secara strategis di jalur-jalur sibuk, sekolah, dan pasar tradisional untuk memastikan Keamanan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) tetap kondusif.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menegaskan bahwa Strong Point bukan sekadar pos pengamanan statis, melainkan bentuk pelayanan dinamis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di jalan raya.
Kapolres menjelaskan bahwa personel disebar di titik-titik krusial seperti persimpangan jalan utama, kawasan sekolah, hingga jalur lintas kabupaten yang menjadi urat nadi ekonomi daerah.
"Strong Point adalah bukti komitmen kami untuk selalu dekat dengan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap langkah warga di jalan raya terasa aman dan nyaman, baik mereka yang hendak ke pasar, ke sekolah, maupun yang sedang melakukan perjalanan lintas daerah," ujar AKBP Agung Tribawanto.
Edukasi Keselamatan Berbasis Golongan Kendaraan
Dalam giat ini, Satlantas Polres Pasaman Barat memberikan imbauan spesifik guna menekan angka fatalitas kecelakaan. Pertama, Pengendara Motor, wajib helm SNI dan hindari perilaku balap liar. Kedua, Pengendara Mobil, gunakan sabuk pengaman dan jaga jarak aman (safe distance).
Ketiga, Kendaraan Berat. Larangan keras overloading yang merusak infrastruktur jalan dan membahayakan pengguna lain. Keempat, Pejalan Kaki. Edukasi cara menyeberang yang aman di titik-titik ramai.
Kehadiran petugas di lapangan mendapat respon positif dari warga. Ibu Siti, seorang pedagang di Simpang Ampek, mengaku merasa lebih terlindungi saat menuju pasar. Hal senada diungkapkan pengemudi bus lintas kabupaten yang merasakan arus lalu lintas lebih teratur pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Komitmen Berkelanjutan
AKBP Agung Tribawanto memastikan kegiatan ini tidak akan berhenti sebagai seremoni sesaat, melainkan akan ditingkatkan intensitasnya secara berkala. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang mengganggu fungsi jalan, seperti berjualan di bahu jalan atau memarkir kendaraan sembarangan.
"Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kerja sama erat antara Polri, pemerintah daerah, dan warga adalah kunci mewujudkan Pasaman Barat yang tertib lalu lintas," pungkas Kapolres. (Red)













