01 July 2026
Akselerasi Rehab-Rekon Pascabanjir, Wali Kota Fadly Amran Gandeng BWS Sumatera V Tuntaskan Normalisasi Sungai
30 June 2026
Genjot PAD dan Berantas Pungli, Pemko Padang Adopsi Sistem Parkir Digital Kota Bandung
Gandeng Unand dan Pegadaian, Wali Kota Fadly Amran Terima Riset Strategis Mitigasi Megathrust Mentawai
✅Hadiri Forum CEO Talk : Perkuat Kolaborasi Pentahelix Demi Meminimalkan Dampak Kebencanaan di Kota Padang _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Ketahanan kota dalam menghadapi potensi bencana katastrofe global di sepanjang pesisir barat Sumatera memerlukan fondasi kebijakan yang berbasis data ilmiah solid. Sadar bahwa ancaman gempa bumi dan tsunami bukan lagi sekadar prediksi melainkan realitas geografis yang membayangi, Pemerintah Kota Padang terus merapatkan barisan bersama institusi akademis dan badan usaha milik negara untuk menyusun cetak biru mitigasi yang aplikatif.
Langkah taktis tersebut dipertajam melalui kehadiran Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam forum diskusi tingkat tinggi CEO Talk yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas (Unand) berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero).
Agenda strategis yang berpusat di Gedung Auditorium Kampus Unand, Limau Manis, Senin (29/6/2026) kemarin, dirangkaikan dengan penyerahan secara resmi hasil riset mendalam mengenai "Program Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang".
Dalam pemaparannya, Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa tata kelola kebencanaan, terutama ancaman tsunami dan bencana banjir bandang, tidak boleh diletakkan sebagai tugas sektoral satu instansi pemerintah semata. Diperlukan kerja sama kolektif model pentahelix yang melibatkan akademisi, sektor bisnis, komunitas, dan media massa.
"Kita semua sadar bahwa bencana alam secara kodrati tidak dapat dihindari oleh manusia. Namun, risiko fatalitas, kerusakan infrastruktur, serta kerugian ekonomi dapa ditekan secara signifikan melalui penguatan sistem mitigasi yang berkelanjutan dan berbasis komunitas lokal," tegas Fadly Amran di depan civitas akademika dan jajarandireksi BUMN.
Konversi Riset Menjadi Kebijakan Publik Konkret
Fadly menambahkan, hasil dokumen riset kesiapsiagaan mandiri yang disusun oleh para pakar Unand ini akan dijadikan sebagai salah satu rujukan utama bagi Pemko Padang dalam menata ulang jalur evakuasi, penguatan struktur bangunan selter, serta kurikulum edukasi kebencanaan di sekolah-sekolah dasar hingga tingkat menengah.
Keterlibatan PT Pegadaian (Persero) dalam menyokong forum ini juga dinilai sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial lingkungan korporasi (Corporate Social Responsibility) yang tepat sasaran, dimana investasi dialokasikan untuk menjaga keselamatan jiwa warga urban yang bermukim di zona merah di pesisir pantai.
"Dokumen hasil riset ini tidak boleh hanya berakhir menjadi tumpukan kertas di perpustakaan. Pemko Padang berkomitmen mengonversi setiap rekomendasi ilmiah ini menjadi regulasi taktis di lapangan. Kesiapsiagaan mandiri tiap keluarga adalah kunci utama keselamatan saat megathrust terjadi," pungkas Fadly. (hkp/gmn)
#Editor: Marzuki RH
Nelayan Padang Pariaman Menjerit: Pasokan Pertalite Subsidi Sering Putus, Laut Ulakan Dikepung Pukat Harimau
✅Dilema Masyarakat Pesisir : Menghadapi Kelangkaan Bahan Bakar dan Pelanggaran Zona Tangkap Alat Jaring Milenium _
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Satreskrim Polres Pasaman Barat Sebar 500 Paket Sembako Melalui Lima Unit Kerja
Ukir Sejarah Baru, Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta Resmi Sandang Pangkat Jenderal Bintang Tiga
29 June 2026
Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Ditlantas Polda Sumbar Edukasi Ratusan Siswa SD Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya
✅Investasi Jangka Panjang Tekan Angka Kecelakaan : Sasar Empat Sekolah Dasar di Kota Padang Lewat Metode Interaktif _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat terus bergerak masif dalam melakukan langkah-langkah preventif demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. Sadar bahwa pembentukan karakter tertib hukum tidak dapat berjalan instan, Korps Sabuk Putih ini membidik kluster usia anak-anak sebagai agen perubahan (agent of change) kebudayaan transportasi daerah.













