30 Juli 2022

Evi Yandri Rajo Budiman Dorong Penguatan Kapasitas Perangkat Kelurahan Terhadap Capaian SDGs



PADANG, (GemaMedianet.com| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Evi Yandri Rajo Budiman memiliki perhatian yang tinggi terhadap upaya pemberdayaan masyarakat pasca Pandemi COVID-19 yang sempat meluluhlantakan berbagai sektor, sebagai bagian aksi menuju tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals, disingkat SDGs atau Global Goals.

Sebagai bagian aksi, Politisi Partai Gerindra ini lebih menyukai upaya pemberdayaan lewat dan dari hasil penelitian yang dilaksanakan kalangan berkompeten seperti Balitbang atau pun kampus, karena memiliki nilai yang tinggi.

Sekaitan itu untuk mempermudah pengiriman dan penerimaan dalam proses komunikasi selanjutnya, maka diperlukan kegiatan diseminasi.

"Inilah rangkaian yang mesti dilakukan seperti halnya kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini," kata Evi Yandri Rajo Budiman saat membuka Kegiatan Diseminasi Hasil Kelitbangan yang digelar di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung (Lubeg), Jum'at (29/7/2022).

Kegiatan yang berasal dari dukungan dana pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Evi Yandri Rajo Budiman ini menghadirkan Narasumber dari Balitbang Sumbar, kalangan akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Imam Bonjol dan Universitas Andalas Padang.

Sedangkan pesertanya berasal dari perangkat kelurahan, lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) se Kecamatan Lubeg.

Kegiatan yang pertama dilaksanakan di Kota Padang ini mengangkat tema "Penguatan kapasitas perangkat kelurahan di Kota Padang terhadap pencapaian SDGs".

Di kesempatan itu, Anggota Komisi IV yang membidangi pembangunan ini juga didapuk sebagai pemakalah. Evi Yandri Rajo Budiman secara gamblang menjabarkan makalahnya dengan judul "Peran DPRD mendukung pemerintahan daerah bangkit lebih baik dari Pandemi menuju pembangunan berkelanjutan".

Dikatakannya, secara umum  ada tiga tugas dan fungsi Anggota DPRD, yakni legislasi (pembuatan peraturan daerah), budgeting (keuangan atau pengganggaran) dan pengawasan. 

Oleh karena itu dalam menjalankan peran sebagai anggota DPRD tersebut, dirinya memiliki tanggung jawab dan amanah dari para konstituen yang memilihnya untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. 

Ia mencontohkan selama masa Pandemi COVID-19, kondisi selama dua tahun terakhir telah membawa dampak serius dalam berbagai sektor di tengah masyarakat. Oleh karena itu diperlukan dorongan upaya pemberdayaan menuju TPB/SDGs.

Dalam rangka pemberdayaan, dia sejak lama telah berkutat dengan upaya pengembangan Maggot yang merupakan alternatif bahan pakan sumber protein tinggi energi untuk dijadikan pakan ternak seperti ikan, ayam, dan burung. 

Apalagi dari beberapa kunjungannya ke beberapa daerah di luar Sumatera, hasil dari budidaya Maggot ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain harganya yang mahal, terlebih Telur Maggot mampu menembus harga jutaan per kilogramnya.

"Awalnya ini yang akan kita kolaborasikan penelitiannya dengan Balitbang untuk pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sumbar," tutur Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Begitu juga dengan sampah, yang setiap hari dikirim ribuan ton ke sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik provinsi di beberapa kabupaten. Jika ini terus dilakukan, maka sampah dipastikan akan terus menggunung dan membutuhkan pengembangan TPA.

Menurutnya, jika pemerintah provinsi (pemprov) lebih memiliki keinginan pengembangan TPA, dirinya justeru lebih memilih pemanfaatan sampah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Dia juga memastikan sampah tidak akan banyak lagi dikirim ke TPA-TPA, jika pengelolaan sampah rumah tangga dilakukan secara baik dan benar. Salah satunya seperti pemanfaatan sampah untuk Pakan Maggot yang juga diperoleh dari berbagai hasil limbah rumah tangga. Sehingga pengelolaan sampah teratasi, dan budidaya Maggot tidak mengalami kendala. 

"Selain dapat mengurangi anggaran dengan mengalihkannya pada peningkatan ekonomi masyarakat, pengelolaan sampah rumah tangga ini juga menghasilkan nilai yang ekonomis untuk kesejahteraan," ujarnya.

Hal itu sejalan dengan TPB SDGs, yakni pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. 

"Namun terkait sampah itu, hingga sekarang DPRD belum  ada kesesuaian dengan konsep pemprov," ucapnya.

Di sisi lain, Evi Yandri juga mengaku cukup miris dengan peristiwa tawuran yang terjadi akhir-akhir ini. Ia menilai, generasi muda saat ini sudah menjadikan sesuatu (tawuran, red) yang bukan budaya menjadi budaya. Begitu juga dengan terus meningkatnya peredaran Narkotika. Meski ada pengungkapan kasus, rehab dan sebagainya, namun hal itu tidak membuat peredaran Narkotika semakin menyusut. 

Berbagai kondisi ini lah yang melatarbelakangi DPRD mendukung pemerintahan daerah bangkit lebih baik dari Pandemi, dan kelurahan sebagai pemerintahan terendah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat perlu terus didorong menuju TPB/SDGs.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat terutama dalam peningkatan kapasitas perangkat kelurahan di Kota Padang sebagai bagian aksi terhadap pencapaian SDGs," tukasnya.


Apresiasi
 

Sebelumnya, Kepala Balitbang Sumbar diwakili Kabid Inovasi dan Teknologi Benny Sukra memberikan apresiasi atas terselenggaranya Diseminasi Hasil Kelitbangan, yang didukung penuh oleh Anggota DPRD Evi Yandri Rajo Budiman.

"Kegiatan seperti ini sangat jarang dilakukan oleh pemerintah, dan karena itu kita sangat berterima kasih dan apresiasi dengan adanya dukungan dari dana pokir Anggota DPRD Sumbar Eviyandri Rajo Budiman," ungkapnya.

Dia mengatakan, SDGs merupakan kelanjutan atau penyempurnaan dari MDGs yang telah berakhir sejak 2015. Selanjutnya, ada 17 tujuan dan 169 target SDGs.

17 tujuan SDGs yakni (1). Tanpa Kemiskinan; (2). Tanpa Kelaparan; (3). Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4). Pendidikan Berkualitas; (5). Kesetaraan Gender; (6). Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7). Energi Bersih dan Terjangkau; (8). Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9). Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10). Berkurangnya Kesenjangan; (11). Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12). Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13). Penanganan Perubahan Iklim; (14). Ekosistem Lautan; (15). Ekosistem Daratan; (16). Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17). Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

"Oleh karena itu setiap kegiatan pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah itu harus ada inovasinya, dan daerah terinovatif itu nantinya akan menerima penghargaan dari Presiden RI," ujar Benny yang juga ketua pelaksana kegiatan.

Pemaparan dan Diskusi Kelompok Kerja

Dr. Silsila Asri, S.IP, MA yang tampil sebagai narasumber memaparkan konsep teoritis pembangunan berkelanjutan.

Untuk memberikan pemahaman yang jelas sekaitan pembangunan berkelanjutan di hadapan 280 peserta diseminasi, Silsila mengatakan, "Apa yang kita lakukan hari ini akan berguna bagi generasi yang akan datang hingga tahun 2030. Dengan demikian, adanya peningkatan yang berkelanjutan".

Selanjutnya, aspek penting dari pembangunan adalah penekanan pada proses partisipatif.

"Bagaimana menyertakan beragam pemangku kepentingan dalam penentuan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya," ujarnya.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan simulasi kelompok kerja (Pokja). Pada sesi ini seluruh peserta dibagi atas empat pokja sesuai dengan empat pilar pembangunan SDGs, yakni Sosial, Ekonomi, Lingkungan serta Hukum dan Tata Kelola.

Pantauan media ini, keempat Pokja tersebut diharapkan mampu menganalisa situasi di sekitarnya sesuai pilarnya masing-masing. Kemudian merumuskan isu yang urgen atau mendesak, relevan dan penting.

Selanjutnya Pokja mampu menghasilkan kebijakan, program, kegiatan dan ouputnya.

(GMN/Mz)

0 comments:

Posting Komentar

Advertisement

loading...


eqmap

SUMATERA UTARA

JMSI

JMSI

Mario Syahjohan

Mario Syahjohan

POLDA SUMBAR

KOMUNITAS

KULINER

MENTAWAI

MANCANEGARA


Remaja dan Prestasi

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views


Terkini



Rantau

HISTORIA



FACEBOOK - TWEETER


Artikel


BUMN


Khazanah






Adv