PADANG, (GemaMedianet.com) | Momentum pelepasan mahasiswa magang Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) tahun akademik ini terasa sangat emosional dan penuh kebanggaan. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir langsung untuk memberikan pembekalan sekaligus melepas secara resmi 793 mahasiswa akan terjun langsung ke dunia kerja. Agenda besar dipusatkan di Convention Center PGRI Sumbar, Selasa (14/7/2026) pagi.
Kehadiran orang nomor dua di Kota Padang ini sekaligus menjadi ajang reuni yang mengharukan. Sebagai bagian dari keluarga besar alumni, Maigus Nasir menyampaikan rasa bangga dan bahagianya dapat kembali menginjakkan kaki di kampus yang telah membesarkan dan membentuk karakter kepemimpinannya.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran rektorat dan yayasan atas lompatan kemajuan pesat yang terus ditunjukkan oleh Universitas PGRI Sumatera Barat dari tahun ke tahun.
Intelektual Tanpa Karakter adalah Kerapuhan
Di hadapan ratusan mahasiswa bersiap menduduki sektor industri dan instansi pemerintahan, Maigus Nasir memberikan wejangan taktis mengenai realitas persaingan dunia kerja modern. Ia menegaskan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi tidak lagi menjadi jaminan tunggal untuk dapat bertahan dan memenangkan kompetisi global.
Menurut Maigus, kunci kesuksesan sejati berada pada kemampuan individu dalam menjaga keseimbangan tiga pilar kecerdasan fundamental manusia.
"Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ), melainkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Karakter yang kuat adalah fondasi utama yang akan menentukan seberapa jauh kalian mampu melangkah dan berkontribusi di dunia kerja," tutur Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di hadapan ratusan civitas akademika.
Pondasi Praktis Sebelum Memasuki Dunia Profesional
Pembekalan diposisikan sebagai fase transisi sangat krusial bagi para mahasiswa. Melalui program magang ini, UPGRISBA berkomitmen untuk melahirkan sumber daya manusia tidak hanya cakap secara teoretis di ruang kelas, tetapi juga memiliki etika kerja (work ethics), kedisiplinan, serta kemampuan adaptasi sosial tinggi saat berinteraksi dengan masyarakat luas.
Acara pelepasan ditutup dengan sesi foto bersama dan dialog interaktif antara Wawako dengan para mahasiswa. Dengan adanya pembekalan karakter kokoh, ratusan mahasiswa UPGRISBA diharapkan dapat menjaga nama baik almamater serta menjadi pelopor perubahan produktif di tempat mereka mengabdi. (hkp/gmn)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment