05 April 2026

Refleksi Paskah di Jalan Raya: Pesan Humanis Reza Chairul Akbar Sidiq dan Yudho Huntoro



PADANG (GemaMedianet.com) | Momentum Paskah 2026 di Sumatera Barat terasa lebih tenang dan membumi. Di tengah dinamika sosial yang kencang, muncul sebuah pesan sederhana namun mendalam dari dua sosok di jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq dan AKBP Yudho Huntoro.

Bagi keduanya, Paskah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi untuk melihat kembali nilai-nilai dasar manusia: pengorbanan, kesabaran, dan empati. Pesan yang mereka bawa tidak muluk-muluk, namun terasa jujur karena berangkat dari realitas keras yang mereka temui setiap hari di jalan raya.

Yudho Huntoro menilai bahwa kehidupan di jalan raya sebenarnya adalah miniatur dari kehidupan sosial kita. Di sana ada ego, emosi, dan persinggungan kepentingan. Namun, di sana pula terdapat ruang untuk saling memahami jika setiap individu mau menahan diri.

"Kesabaran sering menjadi hal paling mahal di jalan raya. Padahal, satu kesalahan kecil akibat ego bisa berujung fatal," ungkapnya dalam sebuah refleksi yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Senada dengan itu, Reza Chairul Akbar Sidiq melihat bahwa banyak persoalan di jalan raya sebenarnya bisa dihindari dengan satu kunci sederhana: Sabar. Menurutnya, menghargai pengguna jalan lain adalah bentuk nyata dari kepedulian yang sering terlupakan dalam rutinitas yang terburu-buru.

Momentum Paskah menjadi pengingat bahwa pengorbanan tidak selalu harus tentang hal besar. Dalam konteks keselamatan publik, menahan emosi saat diklakson, memberikan jalan kepada pengendara lain, atau tidak memaksakan kendaraan yang tidak layak jalan adalah bentuk "pengorbanan" ego demi keselamatan bersama.

"Ketertiban tidak lahir dari rasa takut terhadap aturan, melainkan dari kesadaran. Kita ingin membangun kesadaran itu pelan-pelan, tanpa tekanan, namun konsisten," tambah Reza.

Sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, personel Ditlantas Polda Sumbar ini menyadari bahwa pendekatan manusiawi jauh lebih bermakna daripada sekadar penegakan hukum yang kaku. Mereka berbicara bukan sebagai penguasa jalan, melainkan sebagai sesama warga yang memiliki keluarga dan ingin selamat sampai tujuan.

Apa yang disampaikan Reza Chairul Akbar Sidiq dan Yudho Huntoro menjadi pengingat bagi warga Ranah Minang bahwa kebaikan, sekecil apa pun di jalan raya, tetap memiliki arti besar bagi nyawa orang lain. Paskah tahun ini menjadi ruang untuk mengingat kembali bahwa kita hidup berdampingan, dan setiap orang punya peran untuk saling menjaga. (rsd)

#Editor: Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive