Dalam arahannya, Fadly Amran menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar ajang unjuk kemampuan baris-berbaris, melainkan simbol lahirnya generasi unggul.
“Ini adalah simbol juara-juara, champion-champion yang dilahirkan dari Ranah Minang. Mereka adalah representasi anak muda Indonesia yang kelak mengibarkan Sang Saka Merah Putih,” ujar Fadly di hadapan para peserta.
Karakter dan Kemampuan Mendengar
Selaras dengan program unggulan Padang Juara, Fadly menekankan pentingnya pembentukan karakter dan daya saing. Ia mengingatkan bahwa fondasi kepemimpinan bermula dari disiplin dan kerendahan hati untuk mengikuti proses.
“Jaga attitude, disiplin, dan kemampuan mendengar. Memimpin bukan hanya soal memberi arahan, tetapi juga tentang kepatuhan pada proses dan kemauan untuk mendengar,” tegasnya.
Seleksi Digital yang Transparan
Animo pelajar SLTA di Kota Padang tergolong sangat tinggi. Tercatat sebanyak 475 pelajar kelas 10 mendaftar secara daring. Setelah melalui verifikasi ketat, sebanyak 423 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri dari 198 putra dan 225 putri.
Proses seleksi tahun ini dipastikan berjalan objektif melalui aplikasi Transparansi Paskibraka. Sistem ini mengintegrasikan seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, penilaian, hingga pengumuman di bawah koordinasi langsung Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Untuk menjamin kualitas hasil seleksi, Pemerintah Kota Padang melibatkan tim penguji profesional dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Padang, unsur TNI, Polri, serta tim kesehatan.
Hadir dalam pembukaan tersebut unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, jajaran OPD, serta Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang bersama tim pelaksana. Pemko Padang menaruh harapan besar agar dari proses ini lahir perwakilan terbaik yang mampu menembus level provinsi hingga nasional. (kmf)









0 comments:
Post a Comment