BAYANG, (GemaMedianet.com) | Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Doni Harsiva Yandra, menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi diskriminasi akses energi di wilayah terpencil. Hal ini disampaikannya saat memimpin tim Safari Ramadan 1447 H di Masjid Baiturahmah, Kampung Lubuk Pasing, Nagari Talaok, Kecamatan Bayang, Rabu (4/3/2026).
Sebagai nakhoda komisi yang membidangi infrastruktur dan energi, Doni menjadikan isu pemerataan listrik sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunannya.
Dalam orasi singkatnya di hadapan jemaah, Doni yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumbar ini menyatakan bahwa ketiadaan akses listrik di zaman sekarang adalah hambatan bagi kemajuan peradaban desa.
“Saya tidak ingin ada masyarakat di Nagari Talaok yang belum tersambung listrik. Akses energi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita, ekonomi rumah tangga, hingga efisiensi pelayanan publik,” ungkap Doni tegas.
Doni menjelaskan bahwa jabatannya sebagai Ketua Komisi IV memberinya otoritas untuk mengawal perencanaan pembangunan, energi, dan mineral. Ia berkomitmen untuk mendorong kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, PLN, dan Dinas ESDM guna memastikan infrastruktur kelistrikan menyentuh hingga ke pelosok Nagari Talaok.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan sarana ibadah, Doni menyerahkan bantuan sebesar Rp30 juta yang bersumber dari APBD Provinsi Sumbar. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Baiturahmah, Refri, dengan disaksikan oleh Wali Nagari Talaok, Ilwardi.
“Aspirasi masyarakat Bayang, khususnya soal listrik dan jalan, sudah kami kantongi. Ini bukan sekadar janji Safari, tapi tugas konstitusi yang harus segera direalisasikan,” tambahnya.
Safari Ramadhan seringkali dipandang sebagai ajang bagi-bagi bantuan, namun Doni Harsiva Yandra berhasil menarik isu ini ke ranah yang lebih substantif, yakni Kedaulatan Energi.
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment