05 March 2026

Dilema Biosolar di Ibu Kota : Antrean Mengular di Khatib Sulaiman, Sopir Terjebak Berjam-jam



PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemandangan antrean panjang kendaraan yang berburu BBM jenis Biosolar kian akrab di mata warga Kota Padang sepanjang pekan ini. Kondisi ini memaksa para sopir dan pemilik kendaraan menghabiskan waktu berjam-jam di jalur pengisian demi mendapatkan bahan bakar subsidi tersebut.

Pantauan di lapangan pada Kamis (5/3/2026) sore, kemacetan panjang terlihat di kawasan SPBU 14.252.584 Jalan Khatib Sulaiman, tepatnya di kawasan yang tak beberapa jauh dari RM Lamun Ombak. Antrean yang didominasi oleh truk boks dan bus antarkota tersebut sudah mulai mengular sejak pukul 14.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Situasi kian semrawut lantaran antrean bertepatan dengan jam pulang kantor. Jalur Khatib Sulaiman yang masuk dalam kategori kawasan padat lalu lintas pun tak terhindarkan dari kemacetan parah.

Keluhan Sopir : Pergerakan Lamban

Antoni (42), salah seorang pengendara roda empat jenis L800, mengaku sudah mengantre sejak pukul 14.30 WIB. Hingga sore hari, kendaraannya hanya bergeser beberapa meter dari posisi awal.

"Saya sudah antre sejak setengah tiga sore di sini, namun pergerakannya sangat lamban. Mau tidak mau harus ditunggu karena solar sudah tipis," ungkapnya sembari sesekali mengecek jam di telepon genggamnya.

Keresahan serupa dirasakan oleh para sopir truk logistik yang mengejar waktu pengiriman barang. Mereka mengeluhkan produktivitas yang menurun akibat separuh hari kerja habis hanya untuk mengantre BBM.

Pihak SPBU Bantah Kelangkaan

Meskipun antrean mengular hingga ke badan jalan, pihak pengelola SPBU mengklaim bahwa pasokan Biosolar di tempat mereka sebenarnya masih terkendali. Petugas SPBU yang berjaga menyatakan bahwa sejauh ini kuota BBM masih mencukupi untuk melayani permintaan.

"Tidak ada kelangkaan. Kuota di tempat kami masih mencukupi," ujar salah seorang petugas singkat tanpa merinci penyebab pasti mengapa antrean menjadi begitu panjang dan lambat.

Fenomena ini menjadi ironi di tengah upaya stabilisasi ekonomi daerah. Masyarakat berharap otoritas terkait dan Pertamina segera mengevaluasi pola distribusi atau pengawasan di lapangan agar kemacetan rutin di pusat kota ini tidak terus berulang dan menghambat produktivitas warga. (mz)

#Editor  : Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive