PADANG, (GemaMedianet.com) | Awal Januari 2026 menjadi momentum krusial bagi jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kota Padang untuk menyerap langsung "jeritan" warga di daerah pemilihan masing-masing.
Fokus utama reses kali ini seragam, yakni percepatan infrastruktur penahan banjir dan pemulihan sosial ekonomi pasca-bencana.
Dapil Koto Tangah : Fokus Normalisasi dan Jalan Beton
Ketua DPRD Padang, H. Muharlion, S.Pd, disambut hangat warga di Masjid Almanar, Dadok Tunggul Hitam (5/1/2026). Sebagai wilayah yang langganan terdampak luapan air, warga menitipkan harapan besar pada politisi PKS ini.
Aspirasi warga antara lain Normalisasi sungai, perbaikan drainase, bantuan Kelompok Wanita Tani (KWT), dan betonisasi jalan.
Merespon aspirasi warga, Muharlion berkomitmen menampung seluruh usulan untuk diperjuangkan dalam penganggaran 2026/2027.
Reses tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Koto Tangah, Lurah Dadok Tunggul Hitam, dan Wakil Ketua LPM. Sedangkan peserta reses terdiri dari Ketua RW, RT se Dadok, dan tokoh lainya.
Dapil Nanggalo : Kesiapsiagaan Bencana dan Perbaikan Mushalla
Di Kampung Lapai (4/1/2026), Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye, SH, menghadapi usulan spesifik terkait pemulihan pasca-banjir.
Ada pula Aspirasi PMI dimana Buya Zulhardi Z Latif (Ketua PMI Padang) mengusulkan alokasi Pokir khusus PMI untuk kesiapsiagaan bencana di Nanggalo.
Sedangkan Aspirasi Warga berupa Perbaikan sanitasi (WC) yang tertimbun material banjir, pengerukan riol, hingga pengaspalan jalan Komplek Pulau Talena.
Menanggapi aspirasi itu Aye meresponsnya dengan cepat. Aye menjanjikan perbaikan jalan Mushalla yang berlumpur akan direalisasikan dalam waktu dekat demi kenyamanan ibadah Ramadan.
Reses dihadiri Camat Nanggalo Amrizal Rengganis, Lurah Lapai Ardianus Y, LPM, Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, RT/RW se Kampung Lapai dan Ketua PMI Kota Zulhardi Z Latif beserta para relawan dan KSR PMI.
Dapil Lubuk Begalung : Kelanjutan Betonisasi dan Fasum Masjid
Aspirasi warga di kesempatan itu berupa Bantuan UMKM, kelengkapan alat rebana masjid, dan bantuan Pokir untuk renovasi rumah ibadah.
Untuk merealisasikan aspirasi itu, Jupri menegaskan komitmen berkelanjutan. Setelah melakukan betonisasi di depan masjid pada 2025, ia memastikan pengerjaan akan berlanjut ke area sekitar masjid di tahun 2026 ini.
Hadir pada reses itu, RT 01 M.Ali Nofiah, RW 01 Naswir, Lurah Hendri Os, S.kep., LPM Kampung Jua Nan XX Hermansyah, dan peserta reses.
Isu Relokasi dan Desakan kepada BWS Sumatera V
Wakil Ketua DPRD Osman Ayub memberikan penekanan serius pada warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang November 2025.
Untuk relokasi, Pemko Padang didorong segera menghadirkan Rumah Layak Huni bagi korban yang rumahnya hanyut.
Tak lupa Osman Ayub memberikan sentilan untuk BWS Sumatera V. Dia mendesak BWS Sumatera V segera mengangkat sedimen pasir dan lumpur setinggi 2-3 meter di sungai-sungai Kota Padang.
"Jika sedimen ini tidak diangkat, banjir akan terus berulang setiap kali hujan turun," tegasnya pada reses yang digelar di Banang Cafe Siteba Padang.
Seperti diketahui, reses awal tahun ini adalah penentu apakah APBD 2026 akan benar-benar berpihak pada mitigasi bencana atau hanya sekadar rutinitas birokrasi. (Adv)













0 comments:
Post a Comment