BATUSANGKAR, (GemaMedianet.com) | Pola penanganan pascabencana banjir bandang (galodo) di Sumatera Barat memasuki babak baru yang lebih progresif. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, turun langsung meninjau proyek normalisasi Batang Tompo Sitangkai di Jorong Taruko serta lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (21/5/2026).
Kunjungan kerja spesifik tingkat tinggi ini berfokus pada percepatan rekonstruksi fasilitas publik dan sektor pengairan yang hancur pasca-dihantam bencana hidrometeorologi ekstrem pada Selasa (12/5) lalu.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa hantaman banjir bandang tersebut telah memicu kerusakan masif pada sejumlah jaringan irigasi sekunder, sedimentasi material batu-kayu di palung sungai, hingga putusnya beberapa ruas jalan vital penghubung antar-nagari.
"Fokus utama pemerintah pusat bersama Pemprov Sumbar dan Pemkab Tanah Datar saat ini adalah melakukan normalisasi total aliran sungai serta mempercepat perbaikan jaringan irigasi yang rusak. Ini mendesak dilakukan karena mayoritas masyarakat di sini menggantungkan hidup pada sektor pertanian," ujar Dody Hanggodo di sela-sela peninjauan, Kamis sore.
Runtuhkan Sekat Birokrasi Kewenangan
Dody menegaskan, penanganan infrastruktur strategis pascabencana di Ranah Minang tidak boleh lagi terhambat oleh ego sektoral atau batasan regulasi kewenangan wilayah administrasi. Sinergi antara kementerian, provinsi, dan kabupaten harus melebur demi kepentingan pemulihan nasib rakyat.
“Kita lakukan penanganan secara terpadu. Tidak ada lagi kotak-kotak pembatas, apakah ini kewenangan pusat, provinsi, atau kabupaten/kota. Semua harus bergerak serentak. Langkah cepat ini sejalan dengan Instruksi Presiden terkait percepatan penanganan infrastruktur pascabencana, sekaligus bagian dari ikhtiar kita menyokong program swasembada pangan nasional,” tegas Menteri PU.
Sementara itu, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi mendalam atas respons taktis dari Kementerian PU yang langsung mengucurkan dukungan anggaran dan alat berat ke titik-titik bencana di Tanah Datar.
Menurut Mahyeldi, kepastian perbaikan jaringan irigasi Batang Tompo adalah angin segar bagi para petani di Luak Nan Tuo yang sawahnya terancam gagal tanam akibat pasokan air terputus. Selain meninjau sungai, rombongan juga mematangkan koordinasi penyiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam sebagai bagian dari pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana. (mrh/gmn)
#Editor: RS Khadiva









0 comments:
Post a Comment