PESSEL, (GemaMedianet.com) | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III Padang melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat menjaga fungsionalitas infrastruktur vital di wilayah bagian selatan Provinsi Sumbar.
Fokus utama saat ini adalah percepatan preservasi jalan guna mengatasi ancaman longsor dan genangan air yang kerap mengganggu arus lalu lintas akibat tingginya curah hujan.
Ruas jalan nasional yang menghubungkan Kambang – Indrapura – Tapan – Batas Jambi hingga Tapan – Batas Bengkulu menjadi prioritas mitigasi. Mengingat medan yang cukup berat, pembangunan sistem drainase permanen kini tengah dipacu untuk memastikan air tidak meluap ke badan jalan.
Pekerjaan konstruksi saat ini terkonsentrasi di kawasan Mandarahan, Palangai Kaciak, Kecamatan Ranah Pasisie, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Di lokasi ini, sedang dibangun drainase sepanjang 500 meter untuk mengatasi sedimentasi tinggi yang selama ini menghambat daya tampung air saat hujan lebat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Gina Lamria Indriati Tampubolon, ST, menegaskan bahwa pembangunan saluran air ini merupakan langkah awal yang krusial. Setelah drainase rampung, tim akan segera melakukan pemeliharaan rutin pada bahu jalan sesuai dengan standar nasional.
Kepemimpinan Lapangan (Field Presence)
Sosok Gina Tampubolon dikenal sebagai praktisi lapangan yang gigih. Saat dikonfirmasi, mantan personel BBPJN Sumatera Utara ini kedapatan masih berada di lokasi proyek untuk melakukan pengawasan langsung meski hari sudah menjelang malam.
"Saya lagi di lapangan pak," ujar Gina singkat melalui pesan WhatsApp, Jumat sore.
Kehadiran fisik PPK di lapangan (field presence) dinilai sangat krusial untuk mengambil keputusan cepat jika ditemukan kendala teknis di lapangan, sehingga target progres fisik tidak melambat.
Detail Proyek Preservasi
Proyek Preservasi Jalan ini dikerjakan oleh kontraktor PT Anatama Konstruksi Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp5.828.020.000. Menangani total panjang ruas mencapai 146,88 KM, proyek yang bersumber dari dana APBN ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada 31 Desember 2026 mendatang.
Berbagai upaya penanganan dilakukan secara terencana, meliputi Holding (Penanganan Dini) yakni Langkah cepat untuk menjaga fungsionalitas jalan.
Kemudian, Pemeliharaan Rutin yakni Menjaga kondisi jalan agar tetap prima setiap saat.
Lalu, Rehabilitasi Minor yaitu Perbaikan pada titik-titik tertentu yang mengalami penurunan kualitas permukaan. (mzr)
#Editor : RS Khadiva









0 comments:
Post a Comment