22 April 2026

Proyek "Siluman" atau Salah Desain? Geobag Nindya Karya di Batang Kuranji Merekah Sebelum Banjir Datang


PADANG, (GemaMedianet.com) | Harapan warga di sepanjang bantaran Sungai Batang Kuranji untuk tidur nyenyak saat hujan lebat kini berubah menjadi kecemasan baru. Proyek penanganan tebing sungai menggunakan geobag yang dikerjakan oleh BUMN PT Nindya Karya, diduga kuat menyimpang dari standar teknis konstruksi dan berpotensi gagal total.

Pantauan lapangan di kawasan Jembatan Bypass hingga Kampung Kelawi dan Adzkia menunjukkan pemandangan yang mengkhawatirkan. Alih-alih menjadi tanggul pelindung yang kokoh, sejumlah kantong raksasa (geobag) tersebut justru mulai merekah, robek, dan kehilangan fungsi strukturalnya, padahal proyek belum sepenuhnya rampung.

Malapraktik Teknik: Batu Besar di Balik Kain Geotekstil

Dugaan kesalahan fatal terletak pada material pengisi. Pemerhati Konstruksi menyebut secara standar teknik sipil, geobag seharusnya diisi dengan material granular seperti pasir atau kerikil halus agar menciptakan stabilitas massa yang fleksibel terhadap tekanan air.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kejanggalan: geobag justru diisi dengan batu berukuran besar.

  • Beban Titik (Point Load): Batu besar menciptakan tekanan tajam dari dalam yang merobek kain geotekstil.

  • Rongga Turbulensi: Ketidakhadiran material halus membuat struktur tidak padat, sehingga air dapat masuk ke rongga antar batu dan mempercepat pergeseran tanggul.

BACA JUGA :   Kunker Komisi V di Padang: Zigo Rolanda Warning Pemisahan Anggaran Tanggap Darurat dan Rehab-Rekon

Pemasangan yang "Asal Jadi"

Selain material, metode pemasangan pun disorot. Standar pemasangan geobag mewajibkan sistem interlocking (saling mengunci) dan pemadatan optimal mengikuti kontur tebing.

Kondisi di lokasi justru memperlihatkan susunan yang acak-acakan, tidak rapi, dan minim penguncian. "Kalau sekarang saja sudah robek dan goyang, bagaimana nanti kalau banjir besar datang lagi?" keluh Feri, warga setempat yang masih menyimpan trauma bencana banjir bandang.

Mempertanyakan Pengawasan BUMN

Keterlibatan PT Nindya Karya sebagai perusahaan pelat merah pemegang proyek ini memicu pertanyaan besar. Dengan kapasitas sebagai perusahaan konstruksi nasional, sulit dipercaya jika kesalahan mendasar seperti pemilihan material pengisi bisa luput dari pengawasan.

Warga kini mempertanyakan apakah ada pengabaian spesifikasi demi efisiensi biaya, ataukah lemahnya pengawasan teknis di lapangan. Jika dibiarkan, proyek ini bukan hanya menjadi pemborosan anggaran negara, tetapi justru membahayakan keselamatan warga karena struktur yang rapuh dapat hancur seketika saat debit air meningkat. 

Hingga berita ini diturunkan media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan ke pihak terkait lainnya guna memperoleh penjelasan yang berimbang.

(mrh/mnd)

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive