15 April 2026

Menjaga Hati di Balik Layar: Pesan Sejuk Kabid Humas Polda Sumbar tentang Etika Digital



PADANG, (GemaMedianet.com) | Polda Sumatera Barat menghadirkan sebuah pesan yang sederhana, namun menyentuh sisi paling dekat dalam kehidupan masyarakat saat ini. Melalui Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr (A.P.), ajakan untuk berkomentar dengan baik di media sosial disampaikan dengan cara yang hangat dan penuh empati.

Di tengah derasnya arus informasi yang kerap memicu perdebatan panas, suara yang menenangkan seperti ini terasa semakin krusial. Tidak ada nada menggurui, tidak pula kesan formal yang kaku. Yang hadir justru sebuah ajakan tulus yang mengingatkan kembali nilai-nilai dasar dalam berinteraksi sebagai sesama manusia.

Kombes Pol. Susmelawati Rosya memahami bahwa media sosial telah menjadi "ruang tamu" kedua bagi masyarakat. Di sana, setiap orang bebas berbagi pandangan hingga meluapkan emosi. Namun, kebebasan itu tetap membutuhkan koridor agar tidak melukai orang lain.

Selisih paham, sebagaimana disampaikan dalam pesan tersebut, adalah hal yang lumrah. Perbedaan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus dikelola dengan bijak. Cara menyampaikan pendapat menjadi kunci agar dialektika di ruang digital tetap berada dalam koridor yang sehat.

Polisi Sebagai Penjaga Suasana Batin

Pendekatan yang digunakan Polda Sumbar terasa begitu humanis. Kabid Humas tidak memosisikan diri sebagai pemberi perintah, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang juga merasakan dinamika serupa di ruang digital.

Pesan ini menunjukkan bahwa peran kepolisian kini telah bertransformasi; tidak hanya sebatas menjaga keamanan fisik di jalan raya atau permukiman, tetapi juga ikut menjaga "suasana batin" masyarakat di dunia maya. Kehadiran Polri terasa lebih dekat ketika pesan yang disampaikan relevan dengan kegelisahan pengguna internet saat ini.

Komentar: Jejak Digital yang Abadi

Di balik setiap komentar yang ditulis, ada perasaan manusia lain yang tersentuh. Kata-kata sederhana dapat membawa dampak besar, baik itu membangun semangat maupun merusak mental. Inilah inti dari pesan yang disampaikan: ajakan untuk berpikir sebelum mengetik bukanlah pembatasan, melainkan bentuk kepedulian.

Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengingatkan bahwa kedewasaan dalam berpendapat adalah cerminan kepribadian. Bukan soal seberapa keras seseorang menyuarakan argumennya, tetapi seberapa bijak ia menjaga diksi dan kata-katanya.

Bahwa di balik layar ponsel, ada manusia lain yang juga memiliki hati. Setiap kata yang dituliskan akan selalu meninggalkan jejak, dan jejak terbaik adalah jejak yang membawa kedamaian. (rsd)

#Editor: Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive