PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang resmi memperluas jangkauan program penguatan karakter berbasis religi. Tidak hanya menyasar masjid, program Smart Rumah Ibadah kini diintegrasikan secara serentak ke seluruh gereja, wihara, dan pura di Kota Padang sebagai benteng utama bagi generasi muda menghadapi ancaman sosial di era digital.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat membuka kegiatan Pembinaan Rohani BNKP Padang tahun 2026 yang diikuti oleh 423 pelajar lintas jenjang pendidikan, Senin (2/3/2026).
Wako Fadly menekankan bahwa kecerdasan intelektual tanpa fondasi iman akan rapuh menghadapi gempuran konten negatif. Ia menyoroti fenomena tawuran dan narkoba yang sering bermula dari lemahnya pengawasan digital dan kekosongan spiritual.
"Jika iman anak-anak kita kuat, saya yakin tawuran dan narkoba bisa kita tekan. Orangtua harus berperan aktif mengatur waktu penggunaan gawai. Jangan biarkan teknologi merusak kedisiplinan dan pola pikir mereka hingga larut malam," tegas Fadly.
Dalam langkah konkret yang progresif, Pemko Padang memberikan jaminan hak pendidikan agama secara adil melalui tiga pilar utama yakni
Pertama, pemetaan guru agama. Dinas Pendidikan diinstruksikan mendata kebutuhan riil guru agama Kristen di sekolah-sekolah agar sesuai regulasi.
Kedua, Integrasi kurikulum. Saat siswa muslim mengikuti Pesantren Ramadhan, siswa pemeluk agama lain secara serentak melaksanakan pembinaan rohani di rumah ibadah masing-masing.
Ketiga, Fasilitas Inklusif. Pemerintah membuka ruang dialog seluas-luasnya terkait pengembangan infrastruktur seluruh rumah ibadah di Kota Padang.
Strategi "Smart Rumah Ibadah"
Program ini dirancang untuk menjadikan rumah ibadah sebagai pusat aktivitas positif bagi anak muda (Creative Hub Spiritual).
Dengan fasilitas yang memadai dan kurikulum yang relevan, diharapkan rumah ibadah mampu menarik minat generasi Z untuk lebih banyak berinteraksi secara sosial dan spiritual daripada terjebak dalam pergaulan bebas.
Seperti diketahui, Kepemimpinan Fadly Amran di 2026 menunjukkan kematangan dalam mengelola heterogenitas Kota Padang. Isu "Smart Surau" yang kini berkembang menjadi "Smart Rumah Ibadah" adalah langkah brilian untuk menjaga harmoni sosial.
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment