PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang bersiap melakukan revolusi layanan publik pada tahun 2027 mendatang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan strategi ganda untuk menjadikan Padang sebagai kota terbersih sekaligus kota religius berbasis teknologi tinggi.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Tim Safari Ramadan (TSR) di Masjid Darul Falah, Kecamatan Pauh, Selasa (3/3/2026).
Fadly Amran menargetkan pada 2027 nanti, setiap permukiman warga akan didatangi oleh dua jenis becak motor (bentor) dengan fungsi yang berbeda.
Pertama, Bentor Hijau (LPS) untuk mengambil sampah residu seperti biasa. Kedua, Bentor Bank Sampah (Warna Baru) yakni khusus menjemput sampah yang telah dipilah warga untuk dikonversi menjadi saldo rekening.
"Kita akan lihat mana yang lebih sibuk, bentor sampah atau bentor bank sampah. Jika warga disiplin memilah, saldo di bank sampah mereka akan bertambah dan bisa digunakan langsung untuk membayar retribusi sampah. Padang bersih, dompet warga pun terjaga," jelas Fadly.
Smart Surau 2.0 : Absensi Berbasis Face Recognition
Tidak hanya urusan lingkungan, program unggulan Smart Surau akan naik kelas. Jika saat ini identifikasi kehadiran masih menggunakan barcode, maka di masa depan tiap masjid dan mushala akan dibekali perangkat tablet untuk pemindaian wajah (scan wajah).
"Anak-anak dan orangtua cukup melakukan scan wajah sebagai bukti kehadiran salat berjamaah. Ini jauh lebih praktis dan akurat daripada sistem barcode," tambah wali kota.
Reward Umrah bagi Keluarga Aktif Masjid
Untuk memotivasi warga, Pemko Padang menyiapkan apresiasi besar. Keluarga (orang tua dan anak) yang secara konsisten terekam dalam sistem Smart Surau rajin ke masjid akan mendapatkan reward khusus. "Harapan kita, keluarga yang istiqamah memakmurkan masjid bisa mendapatkan hadiah umrah dari pemerintah," sebut Fadly.
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment