PADANG, (GemaMedianet.com) | Upaya mitigasi bencana di kawasan Sungai Batang Aia Dingin kini memasuki babak krusial. Guna menghentikan laju pengikisan tebing yang mengancam pemukiman, proyek pemasangan batu bronjong sepanjang 350 meter resmi dimulai sejak Selasa (24/2/2026).
Langkah ini diambil setelah solusi darurat berupa tanggul tanah terbukti gagal menahan amukan arus sungai saat curah hujan tinggi.
Perwakilan PT Nindya Karya, Novriansyah, mengungkapkan bahwa kondisi tebing sungai di lokasi tersebut sudah sangat kritis. Gerusan air telah melahap infrastruktur dan mendekati lahan produktif milik warga.
"Sebelumnya kami sempat melakukan penimbunan tanggul selebar 5 hingga 6 meter, namun habis tersapu arus. Penggunaan bronjong dipilih sebagai solusi permanen karena timbunan tanah saja tidak akan mampu menahan abrasi sungai ini," jelas Novriansyah di lokasi proyek.
Pihak pelaksana menyadari urgensi proyek ini, mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Pengerjaan fisik kini dipacu dengan target fungsional dalam waktu singkat.
"Insya Allah, target kita sebelum Lebaran pengerjaan ini sudah selesai. Kita optimis infrastruktur pelindung ini dapat berfungsi optimal melindungi warga," tegasnya.
Selain bronjong, tim di lapangan juga memasang susunan batu-batu besar (batu gajah) di titik koordinat yang sama. Tujuannya adalah untuk melakukan rekayasa arus; mengalihkan kekuatan hantaman air agar tidak langsung menghujam tebing yang rawan runtuh. (kmf)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment