(GemaMedianet.com) | Pemasangan batu bronjong sepanjang 350 meter di tebing Sungai Batang Aia Dingin yang dimulai pekan ini oleh PT Nindya Karya adalah sebuah jawaban yang lama dinantikan warga. Setelah sekian lama dihantui kecemasan setiap kali mendung menggantung di langit Padang, kehadiran alat berat dan tumpukan kawat baja di lokasi proyek seolah menjadi hembusan angin segar.
Namun, redaksi memandang ada tiga poin krusial yang harus tetap dikawal oleh publik dan pemerintah kota agar proyek ini benar-benar menjadi solusi permanen, bukan sekadar "proyek tambal sulam" musiman.
Pertama, Kualitas di Balik Kecepatan
Target "Tuntas Sebelum Lebaran" adalah janji yang ambisius sekaligus berisiko. Kita tentu menginginkan pengerjaan yang cepat agar warga bisa merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa takut banjir bandang. Namun, kecepatan jangan sampai mengorbankan spesifikasi teknis.
Bronjong bukan sekadar menyusun batu di dalam kawat. Kekuatan ikat kawat baja, kedalaman pondasi bronjong di dasar sungai, serta kualitas "batu gajah" yang digunakan sebagai pengarah arus adalah harga mati. Redaksi mengingatkan, arus Batang Aia Dingin memiliki daya rusak yang ekstrem—proyek ini harus tahan uji untuk puluhan tahun, bukan hanya untuk satu musim hujan.
Kedua, Belajar dari Kegagalan Tanggul Tanah
Pengakuan pelaksana bahwa tanggul tanah selebar 6 meter sebelumnya "habis tersapu" arus harus menjadi pelajaran berharga. Ini membuktikan bahwa rekayasa hidrologi di titik ini tidak bisa dilakukan dengan cara-cara konvensional. Penggunaan bronjong dan susunan batu besar harus benar-benar mampu mengubah arah tekanan air (energy dissipator), sehingga tebing tidak lagi menjadi sasaran hantaman langsung debit air kiriman dari hulu.
Ketiga, Pengawasan Publik adalah Kunci
Sebagai proyek yang dikerjakan oleh BUMN, transparansi pengerjaan harus dikedepankan. Warga sekitar bukan hanya objek yang dilindungi, tapi juga pengawas paling jujur di lapangan. Jika ditemukan material yang tidak sesuai atau pengerjaan yang terkesan asal-asalan demi mengejar tenggat Lebaran, warga harus berani bersuara.
Redaksi akan terus memantau progress mingguan di lapangan. Kita semua ingin melihat Lebaran tahun ini menjadi momentum bagi warga Batang Aia Dingin untuk kembali tersenyum, melihat sungai yang tadinya menjadi ancaman, kini telah "dijinakkan" oleh infrastruktur yang tangguh.
Pesan untuk Pelaksana: "Target waktu adalah komitmen, tetapi kualitas bangunan adalah warisan. Jangan biarkan air sungai kembali membuktikan kelemahan manusia." (Red)









0 comments:
Post a Comment