PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang terus menancapkan fondasi strategis dalam mewujudkan ekosistem rumah ibadah yang modern, transparan, dan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi masyarakat. Masjid tidak lagi sekadar dipandang sebagai lokus ritual ibadah vertikal (hablum minallah), melainkan diakselerasi menjadi motor penggerak kesejahteraan umat (hablum minannas).
26 June 2026
Gerbong Mutasi Polda Sumbar Bergerak: Irwasda dan Dirpamobvit Berganti, 8 Kapolres Resmi Dirotasi
PADANG, (GemaMedianet.com) | Gerbong penyegaran organisasi berskala besar di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali merombak tata kelola kepemimpinan di Ranah Minang. Tidak hanya menggeser posisi pimpinan teritorial tingkat kabupaten/kota, Surat Telegram Kapolri terbaru ini juga merombak jajaran Pejabat Utama (PJU) tingkat Inspektorat hingga Direktorat di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat.
Perkuat Ekosistem Syariah, Pemko Padang Bakal Terapkan Sistem Penggajian ASN Berbasis Keuangan Syariah
PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang kembali menggebrak lewat transformasi struktural birokrasi yang berani dan progresif. Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi umat, Pemko Padang tidak hanya berhenti pada level imbauan normatif, melainkan langsung menyentuh sistem tata kelola finansial internal pemerintahan daerah secara revolusioner.
25 June 2026
Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba, WaWako Maigus Nasir Pimpin Apel Akbar HANI 2026 di Pasar Raya
PADANG, (GemaMedianet.com) | Pusat urat nadi perekonomian Kota Padang, kawasan Pasar Raya, berubah menjadi lautan massa yang menyuarakan aksi kemanusiaan. Ratusan perwakilan elemen masyarakat berkumpul memperkuat barisan guna memotong mata rantai peredaran gelap narkotika yang kian mengancam eksistensi generasi muda di Ranah Minang.
Sampaikan Belasungkawa Mendalam, Wawako Maigus Nasir Serahkan BSTT untuk Keluarga Korban Hanyut
✅Sambangi Rumah Duka di Gunung Pangilun: Wujud Empati dan Tanggung Jawab Nyata Pemko Padang _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota Padang kembali menunjukkan komitmen pelayanan publik yang berbasis empati dan respons cepat terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa warganya. Menyadari bahwa kedukaan mendalam memerlukan uluran tangan yang nyata, jajaran eksekutif turun langsung memberikan penguatan moril maupun materiil kepada keluarga korban.
Langkah taktis tersebut diwujudkan melalui penyerahan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, kepada keluarga dari dua anak yang menjadi korban musibah hanyut di Pantai Ujung Karang. Bantuan stimulan dari pemerintah daerah ini diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota di rumah duka, Jalan Ambun Suri No. 10, RT 01/RW 09, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Selasa (23/6) kemarin.
Dua bocah yang malang tersebut adalah Rasyid (8) yang beralamat di Jalan Ambun Suri No. 10, dan Zafran (9), warga Jalan Cinduo Mato No. 35. Keduanya dilaporkan hanyut terseret ombak saat tengah berenang di kawasan objek wisata Pantai Ujung Karang, Kelurahan Ulak Karang Utara, pada 18 April 2026 lalu.
Dalam kunjungannya yang penuh haru, Wakil Wali Kota Maigus Nasir menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas kepergian kedua draf putra terbaik daerah tersebut. Ia merangkul orang tua korban dan draf memberikan penguatan spiritual agar pihak keluarga tetap diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi ujian yang maha berat ini.
"Kehadiran kami di sini adalah perwakilan dari seluruh jajaran Pemerintah Kota Padang. Ini bukan sekadar penyerahan bantuan administratif, melainkan bentuk empati mendalam, rasa kekeluargaan, serta tanggung jawab moral pemerintah untuk selalu ada di sisi masyarakat, baik dalam kondisi lapang maupun di tengah duka yang menguji iman," tutur Maigus Nasir dengan nada bergetar penuh empati. (hkp/gmn)
#Editor : Marzuki RH
Sabu Rumahan Diproduksi di Kaki Bukit Ngalau Indarung, Tim Gabungan BNN RI Gulung Jaringan SES
✅Manfaatkan Lokasi Terpencil untuk Lab Rakitan, Pasokan Bahan Kimia Dipesan Secara Daring _
PADANG, (GemaMedianet.com) | Kota Padang yang selama ini cenderung menjadi daerah perlintasan dan pasar peredaran gelap narkotika, kini dikejutkan oleh realitas baru yang sangat mencemaskan. Tim Gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Polri, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil membongkar jaringan produksi narkotika jenis sabu skala rumahan (clandestine laboratory) yang beroperasi secara rahasia di wilayah pelosok perkotaan.
Operasi senyap berskala nasional itu dieksekusi di kawasan perbukitan, tepatnya di kaki Bukit Ngalau, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (23/6/2026) lalu.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan seorang aktor utama berinisial SES yang bertindak sebagai perakit sekaligus produser barang haram tersebut.
Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa tersangka SES sengaja menghindari gudang atau kawasan industri besar. Ia secara taktis memilih rumah di lokasi terpencil di kaki bukit demi menyamarkan aktivitas produksinya dan mengelabui radar pengawasan aparat penegak hukum.
"Pelaku sangat teliti menyembunyikan jejak. Bahan kimia, prekursor (zat pemula), hingga peralatan laboratorium dipesan secara daring (online) sepotong demi sepotong, lalu dirakit secara mandiri di lokasi yang sulit terjangkau oleh interaksi masyarakat umum," ujar Irjen Aswin Sipayung dalam keterangan resminya.
Sita Prekursor Berbahaya dan Alat Lab Modifikasi
Dari hasil penggeledahan di pondok laboratorium buatan SES, tim gabungan mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu siap edar, serta rupa-rupa cairan kimia berbahaya penunjang produksi seperti Toluene, Asam Sulfat, Metanol, dan Iodine.
Petugas juga menyita puluhan alat laboratorium rakitan hasil modifikasi tersangka, mulai dari kompor listrik, modifikasi kondensor (alat pengembun), hingga peralatan tabung kimia lainnya. Pengungkapan laboratorium tersembunyi ini merupakan buah dari penyelidikan intensif tim gabungan selama satu bulan terakhir, yang mengandalkan analisis data transaksi bahan kimia dan pemantauan pergerakan lapangan.
"Saat ini tersangka SES langsung dijerat pasal berlapis Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru, dengan ancaman hukuman pidana maksimal hingga 15 tahun penjara," tegas Irjen Aswin.
Merespons fenomena bergesernya laboratorium narkoba ke area pelosok, Direktur Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN, Brigjen Pol. Adri Irniadi, S.H., S.I.K., M.H., mengimbau warga Kota Padang untuk meningkatkan daya tangkal lingkungan. Warga diminta melapor jika menemui aktivitas janggal, seperti pengiriman paket bahan kimia tidak wajar di lingkungan perbukitan. (prl/sac/gmn)
#Editor: Marzuki RH
Pulihkan Lahan Bekas Galian C, Polres Pasaman Barat Hijaukan Aliran Sungai Batang Toman
Dukung Program Presiden Prabowo Subianto: Targetkan 1.000 Pohon, Gandeng Dinas Kehutanan dan Masyarakat _
SIMPANG4, (GemaMedianet.com) | Sinergitas aparatur kepolisian bersama masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengantisipasi ancaman bencana ekologis di Ranah Minang terus diintensifkan. Menyadari besarnya risiko kerusakan lingkungan akibat eksploitasi material bumi, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat mengambil langkah progresif dengan melakukan reklamasi hijau di kawasan perifer sungai.
Aksi nyata tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman rupa-rupa jenis pohon produktif di sepanjang aliran sungai Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (24/6/2026) kemarin.
Kawasan ini sengaja diprioritaskan, karena merupakan zona kritis pasca-aktivitas tambang galian C (pengambilan pasir dan sirtu) oleh masyarakat.
Gerakan Penghijauan Sejuk Asri ini diawali dengan prosesi zoom meeting komando bersama Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang memimpin gerakan serupa langsung dari Kota Sawahlunto dengan mengusung tema besar “Hijaukan Sumbar Kembali”.
Kapolda Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan, gerakan penghijauan massal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kepolisian dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Tugas institusi kepolisian hari ini tidak lagi terbatas pada aspek penegakan hukum konvensional (law enforcement) semata. Polri dituntut untuk mempererat tali silaturahmi dan kedekatan emosional bersama warga, salah satunya melalui kolaborasi aktif menjaga dan merawat daya dukung lingkungan agar tetap lestari," ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam arahannya.
Sentuhan Pohon Produktif dan Target Sempadan Sungai
Sementara itu, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Fahrel Haris, memaparkan bahwa menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, jajaran Polres Pasaman Barat telah berhasil menanam sedikitnya 1.000 pohon secara bertahap sejak Januari 2026.
Sebelum menyasar aliran sungai Batang Toman, operasi hijau ini telah mengeksekusi kawasan pinggir Pantai Sasak di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, daerah rawan bencana di Kecamatan Talamau, serta Kecamatan Luhak Nan Duo.
"Untuk pengadaan bibit, kita bekerja sama secara taktis dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Jenis vegetasi yang dipilih sengaja dikombinasikan antara pohon penghijauan penahan erosi dan pohon buah-buahan ekonomis produktif, seperti durian, alpukat, lengkeng, petai, hingga jengkol," urai Kompol Fahrel Haris.
Langkah reklamasi vegetasi ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi hidrologis sungai sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga lokal saat masa panen tiba. (hrp/gmn)
#Editor: Marzuki RH













