12 May 2026

Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia 2027, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria : Momentum Angkat Marwah Budaya Minang



PADANG, (GemaMedianet.com) | Langkah Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk masuk dalam jejaring bergengsi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy pada tahun 2027 mendapat sokongan penuh dari berbagai pihak. Dukungan strategis mengalir mulai dari legislatif tingkat provinsi hingga Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, menyatakan bahwa upaya ini merupakan momentum emas untuk mengangkat marwah budaya Minangkabau ke panggung internasional. Menurutnya, kuliner Minang bukan sekadar soal rasa, melainkan kekuatan identitas yang memiliki filosofi mendalam.

“Ini bukan hanya tentang Kota Padang, tetapi tentang bagaimana Sumatera Barat memperlihatkan kekuatan budayanya kepada dunia. Kuliner kita memiliki ekosistem yang kuat, mulai dari tradisi makan bajamba hingga keterlibatan petani dan UMKM. DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh,” tegas Nanda Satria saat menghadiri audiensi di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Nanda meyakini, pengakuan UNESCO nantinya akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara luas, mulai dari industri kreatif hingga sektor jasa pendukung pariwisata.

Kementerian Ekraf Siap Dampingi

Keseriusan Pemko Padang ini disambut hangat oleh Menteri Ekraf RI, Teuku Riefky Harsya. Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Ekraf, Kamis (7/5) lalu, Menteri Riefky menegaskan komitmennya untuk turun tangan langsung mendampingi Kota Padang dalam memenuhi standar global UNESCO.

"Kami akan mendampingi agar persiapan teknis serta dokumen (dossier) yang disusun sesuai dengan standar internasional. Sinergi ini penting untuk mendongkrak reputasi ekonomi kreatif nasional di kancah dunia," ujar Teuku Riefky Harsya di hadapan delegasi Padang.

Akselerasi Warisan Budaya

Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan bahwa modal utama Padang bukan hanya hidangan ikonik seperti rendang atau sate padang, melainkan cultural heritage yang melekat. Pergeseran fokus dari seni pertunjukan ke subsektor kuliner melalui adendum PMK3I menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Padang.

"Kami mengapresiasi dukungan pusat dan provinsi. Dengan kekayaan kuliner yang lengkap dan pengakuan dunia yang sudah ada, kami optimistis Padang mampu menjadi representasi gastronomi Indonesia di tingkat global," ungkap Fadly Amran.

Dalam audiensi tersebut, Fadly didampingi delegasi solid yang terdiri dari unsur legislatif dan eksekutif, di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra, Anggota DPRD Padang Argi Putra Finalo, Kadis Pariwisata Yeni Yuliza, serta perwakilan komunitas kuliner lokal.

Jika berhasil, Padang akan menyusul kota kreatif lainnya seperti Bandung (Desain), Ambon (Musik), dan Jakarta (Literasi) dalam jaringan UNESCO, sekaligus mempertegas status Sumbar sebagai destinasi wisata gastronomi utama di dunia.

#Editor: Marzuki RH 

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFmBCN4Mlg-A6lCQg1vNrmM-SXgqG_d0DYYAeLv0nWGLttd7i4t56IlhAeB1c-fxTmX4ZVKLBL_-ibnQeueR8mKL9vBD5sStVztfDrfkofmm4aXwcskiL9t23mNaOp4vwJ4EfipUqIC7ObmXQnD_7gnRsdAtOAZNL1NhP7fKNbcOUHtPTZc0ZPpq7SGxP2/w285-h400/HUT%20Kab%20limapuluh%20kota%20ke185.jpg

Blog Archive