PADANG, (GemaMedianet.com) | Perkembangan harga di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menunjukkan tren kenaikan pada bulan kedua tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, Sumbar mengalami inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan (month-to-month), sementara secara tahunan (year-on-year) angka inflasi menyentuh 4,39 persen.
Meskipun secara tahun kalender (year-to-date) Sumbar mencatatkan deflasi sebesar 0,85 persen, kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran tetap menjadi perhatian serius bagi daya beli masyarakat.i
Hal itu terungkap dalam press release berita resmi statistik yang dipimpin Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, S.ST., M.Stat, Senin (2/2)
Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan harga mencapai 2,58 persen. Komoditas utamanya adalah emas perhiasan, yang harganya terus bergerak fluktuatif mengikuti pasar global.
Di sisi lain, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga turut memberikan andil signifikan sebesar 0,14 persen. Hal ini dipicu oleh normalnya kembali tarif air minum PAM di Kota Padang setelah sebelumnya masyarakat mendapatkan program diskon dari PDAM.
Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, pergerakan harga cabai merah dan jengkol menjadi sorotan. Cabai merah mengalami kenaikan harga sebesar 14,54 persen, sementara jengkol melonjak tajam hingga 23,67 persen.
Berikut adalah rincian andil beberapa komoditas pangan terhadap inflasi Februari: Cabai Merah: Inflasi 14,54% (Andil 0,26%), Jengkol: Inflasi 23,67% (Andil 0,04%), Daging Ayam Ras: Inflasi 2,70% (Andil 0,04%).
Perbandingan Antarwilayah di Sumbar
Tingkat inflasi tidak merata di seluruh wilayah Sumbar. Dharmasraya mencatatkan inflasi bulanan tertinggi mencapai 0,85 persen, diikuti oleh Bukittinggi (0,50%) dan Padang (0,32%). Sebaliknya, Pasaman Barat justru mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.
Namun, untuk skala tahunan (y−on−y), Bukittinggi menduduki posisi puncak dengan inflasi mencapai 5,17 persen, menjadikannya kota dengan kenaikan harga tertinggi dibanding kota pantauan IHK lainnya di Sumatera Barat.
Hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga rekreasi. Satu-satunya sektor yang menunjukkan penurunan harga atau deflasi pada periode ini adalah kelompok transportasi, jelasnya (rsd)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment