PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota (Pemko) Padang melakukan manuver cerdas dalam menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan 1447 H. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di 101 kelurahan pada 2-3 Maret 2026, Pemko Padang membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas fisik bukan penghalang untuk melahirkan pelayanan publik yang inovatif.
Pemandangan unik terlihat di Kelurahan Kubu Marapalam, Padang Timur. Camat Padang Timur, Diko Eka Putra, mengungkapkan terobosan kolaborasi antara Koperasi Merah Putih Gumbak Marapalam dengan Layanan Pengantaran Sampah (LPS).
Becak motor yang biasanya digunakan untuk mengangkut sampah, kini diberdayakan sebagai armada pengantar sembako langsung ke rumah warga (COD). Tidak hanya itu, pembayaran pun sudah mendukung era cashless menggunakan QRIS hasil sinergi dengan Bank Indonesia.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat meninjau lokasi GPM memberikan suntikan motivasi bagi para pengelola koperasi dan UMKM. Ia menekankan, bahwa efektivitas distribusi lebih penting daripada kemegahan infrastruktur.
"Saya teringat pengalaman di Cina dan Jepang, produksi besar bisa lahir tanpa gudang raksasa. Dengan sistem digitalisasi dan koordinasi distribusi langsung dari Bulog, operasional Koperasi Merah Putih tetap bisa efektif meski gudang masih terbatas," ujar Maigus optimis.
Selain distribusi murah, Pemko Padang mendorong masyarakat untuk melakukan mitigasi inflasi dari rumah. Maigus mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) dan warga memanfaatkan pekarangan untuk menanam kebutuhan pokok seperti cabai.
"Jika 100 KK menanam 10 polibag saja, kita bisa menghasilkan tonase pangan yang signifikan secara mandiri," tambahnya. (kmf)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment