PRAKIRAAN CUACA

eqmap

22 February 2026

TAJUK ; Jembatan Darurat Menuju Permanen : Membedah Sinergi "Baja" Pemko Padang - TNI




(GemaMedianet.com) | Pascabencana yang melanda beberapa titik di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mobilitas ribuan warga sempat terputus. Jembatan yang runtuh bukan sekadar beton yang patah, melainkan urat nadi ekonomi, pendidikan, dan akses kesehatan yang terhenti. 

Di tengah urgensi tersebut, langkah Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggandeng TNI dalam pembangunan tiga jembatan strategis adalah langkah taktis yang patut diapresiasi.

Namun, di balik seremonial peletakan batu pertama, redaksi mencatat beberapa poin krusial sebagai bahan refleksi publik:

1. Kecepatan Militer dalam Konstruksi Sipil
Pelibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur strategis pascabencana memiliki keunggulan pada aspek manajerial dan kecepatan. Di saat proses tender proyek reguler seringkali memakan waktu berbulan-bulan, sinergi ini menawarkan solusi "jalan pintas" yang legal dan efektif untuk menjawab jeritan warga yang terisolasi. Ini adalah bentuk nyata dari kemanunggalan yang menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat.

2. Efisiensi Anggaran dan Transparansi
Masyarakat perlu mengetahui bahwa pembangunan melalui skema sinergi ini biasanya lebih efisien secara biaya (cost-effective). Redaksi mendorong agar transparansi anggaran tetap dikedepankan. Tiga jembatan ini bukan sekadar target fisik, melainkan bukti bahwa APBD dikelola dengan skala prioritas yang tepat untuk memulihkan konektivitas antar-wilayah yang terdampak paling parah.

3. Lebih dari Sekadar Penyeberangan
Jembatan-jembatan baru ini harus menjadi pemicu kebangkitan ekonomi lokal. Dengan pulihnya akses, distribusi hasil tani dan mobilitas UMKM di pelosok kelurahan harus kembali berdenyut. Pemko Padang memiliki tugas selanjutnya: memastikan infrastruktur pendukung (jalan penghubung) juga dalam kondisi prima agar jembatan ini tidak menjadi "kemewahan yang terisolasi".

Harapan dan Kesimpulan

Sinergi ini jangan hanya berhenti pada tiga jembatan. Ini harus menjadi blueprint atau pola kerja baru dalam penanganan darurat di Sumatera Barat. Kecepatan eksekusi yang ditunjukkan TNI dan dukungan kebijakan dari Wali Kota Fadly Amran harus dikawal hingga tuntas (100% fungsional).

Jembatan adalah penyambung harapan. Kita menunggu hari dimana ribuan anak sekolah tidak lagi harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai, dan para petani tidak lagi merugi karena hasil panen yang membusuk akibat akses yang terputus.
(Red)

0 comments:

Post a Comment

SOLOK SELATAN

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive