PASBAR, (GemaMedianet.com) | Kepemimpinan bukan sekadar tentang tongkat komando, melainkan tentang jejak perubahan yang ditinggalkan. Itulah yang dibuktikan oleh AKBP Agung Tribawanto, S.IK sejak menapakkan kaki di Mapolres Pasaman Barat pada Januari 2024 lalu.
Selama dua tahun empat bulan menakhodai Korps Bhayangkara di wilayah paling barat Sumatera Barat ini, ia berhasil membawa napas baru yang mengombinasikan ketegasan hukum dengan kedekatan emosional kepada masyarakat.
Hingga Mei 2026, AKBP Agung terus melakukan akselerasi nyata guna memastikan "Bumi Tuah Basamo" tetap menjadi rumah yang aman dan kondusif bagi seluruh warga.
Modernisasi Layanan dan Dialog Tanpa Sekat
Menyadari luasnya wilayah Pasaman Barat dengan kompleksitas persoalan agraria dan sosial, AKBP Agung menginisiasi program "Polres Pasbar Responsif". Melalui penguatan sistem pelaporan digital, aduan masyarakat kini direspon dalam hitungan menit.
Tak hanya itu, program Jumat Curhat dan Coffee Morning Kamtibmas diubahnya menjadi jembatan dialog tanpa sekat. Ia turun langsung menemui Niniak Mamak, tokoh pemuda, hingga petani sawit. Strategi ini terbukti efektif memetakan potensi konflik sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang luas.
Taring Tajam Lawan Narkoba dan Tambang Ilegal
Di bawah komandonya, Polres Pasaman Barat menunjukkan taringnya dalam menjaga supremasi hukum. Beberapa capaian menonjol meliputi:
Pertama, Pemberantasan Narkoba: Berhasil memutus rantai peredaran narkotika lintas provinsi yang kerap memanfaatkan jalur Pasaman Barat sebagai perlintasan.
Kedua, Kelestarian Lingkungan: Ketegasan dalam menindak aktivitas tambang emas ilegal (illegal mining) dan pembalakan liar (illegal logging) guna menjaga ekosistem Gunung Talamau.
Ketiga, Keselamatan Jalan: Menekan angka kecelakaan fatalitas secara signifikan melalui Operasi Patuh dan Zebra yang mengedepankan edukasi terukur.
Wajah Humanis dan Zero Pungli
Di balik seragam tegasnya, AKBP Agung dikenal sebagai sosok yang melayani dengan hati. Mulai dari program bedah rumah bagi warga kurang mampu hingga transformasi pelayanan SIM dan SKCK yang Zero Pungli. Pelayanan di Mapolres kini lebih transparan, bersih, dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Dedikasinya pun membuahkan hasil. Polres Pasaman Barat meraih predikat Zona Integritas dari Kemenpan-RB dan Mabes Polri. Selain itu, ia mendapat apresiasi tinggi dari lembaga adat setempat atas pendekatannya yang mengedepankan restorative justice dalam menyelesaikan sengketa tanah ulayat dengan tetap menjaga kearifan lokal.
Dua tahun empat bulan perjalanan karirnya di Pasaman Barat telah membuktikan bahwa integritas yang dibalut dengan empati mampu memosisikan Polri bukan sekadar penegak hukum, melainkan sahabat sejati bagi setiap warga.
Integritas adalah kunci kepercayaan publik. Semoga semangat perubahan ini terus terjaga demi kemajuan Pasaman Barat.
(rsd/srp)
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment