PADANG, (GemaMedianet.com) | Aksi penyelamatan nyawa terjadi di kawasan wisata Pantai Air Manis, Senin (23/3) siang. Seorang remaja yang tengah asyik berenang nyaris menjadi korban keganasan ombak setelah terseret arus kuat hingga menjauh ke tengah laut sekitar pukul 14.20 WIB. Beruntung, personel Ditpolairud Polda Sumbar bergerak cepat melakukan evakuasi sebelum situasi berubah menjadi tragedi.
Menerima laporan darurat dari pengunjung, tim yang dipimpin Aipda Riswanto bersama lima personel langsung menerjang ombak untuk menjangkau korban.
Petugas berhasil meraih tubuh korban yang mulai kelelahan melawan arus dan segera membawanya kembali ke daratan. Mengingat kondisi fisik korban yang melemah akibat syok dan kelelahan, tim medis langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans.
Direktur Polairud Polda Sumbar, AKBP Ibnu Bagus Santoso, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi anggotanya di lapangan. "Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Personel kami memang disiagakan di titik risiko tinggi agar dapat merespons cepat situasi darurat seperti ini," tegasnya.
Pasca-kejadian tersebut, Ditpolairud mengeluarkan imbauan keras bagi seluruh pengunjung pantai di Sumatera Barat. AKBP Ibnu Bagus mengingatkan bahwa kondisi cuaca dan arus laut sering kali menipu mata wisatawan yang sedang bersenang-senang.
Tabel : Protokol Keselamatan Pantai Ditpolairud Polda Sumbar
| Poin Kewaspadaan | Tindakan Wisatawan | Catatan Petugas |
| Rambu Larangan | Patuhi papan pengumuman
"Dilarang Berenang". | Area tersebut biasanya
memiliki arus pecah (rip current). |
| Pengawasan Anak | Orang tua wajib
mendampingi anak di bibir pantai. | Jangan
biarkan anak berenang sendirian tanpa
pelampung. |
| Kondisi Cuaca | Pantau perubahan mendung
atau angin kencang. | Arus bawah laut bisa
menguat saat cuaca buruk. |
| Darurat | Segera lapor ke Pos Polairud terdekat. | Jangan mencoba menolong tanpa peralatan
keselamatan jika arus kuat. |
Hingga Senin sore, situasi di Pantai Air Manis dilaporkan kembali kondusif. Meski demikian, personel Ditpolairud tetap melakukan patroli rutin menggunakan sarana air guna memastikan keamanan para pengunjung yang masih memadati kawasan pantai legendaris tersebut. (Red)
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment