10 March 2021

Inovasi Polres Padang Panjang, Gerakan Literasi Menembus Balik Jeruji


PADANGPANJANG
 
(GemaMedianet.com
 Apa jadinya Sat Intelkam (Intelijen dan Keamanan) dan Sat Tahti (Tahanan dan Barang Bukti) di Polres Padang Panjang berkolaborasi di dunia literasi? Hasilnya; gerakan literasi menembus balik jeruji. Luar biasa sekali.

Berawal dari pojok baca dan setumpuk buku di atas meja. Dari sekadar wacana menjadi aksi nyata. Begitulah kisah ini bermula. 

"Awalnya, di sini hanya ada sebuah meja dan di atasnya ditaruh buku. Karena ada mahasiswa hukum dari Universitas Andalas dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang membuat skripsi di sini, jadi ada kebutuhan bahan bacaan. Akhirnya kami coba kerja sama dan kolaborasikan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang. Hasilnya, DPK memberikan bantuan rak dan 50 buku bacaan,” cerita pengelola pojok baca Sat Intelkam, Bripka Herry Budiharto saat ditemui Kominfo, Senin (8/3).

Berbeda dengan tampilan Mapolres biasanya, tak hanya memiliki kursi dan meja sebagai tempat tamu menunggu, di sini juga dilengkapi dengan buku yang tersusun rapi di dalam rak penyimpanan yang dapat dibaca siapapun saat berkunjung ke Mapolres Padang Panjang. 

Berbagai jenis buku bacaan yang disalurkan secara bergulir oleh DPK setiap bulannya. Tidak hanya buku dari DPK. Ada juga buku dari sumbangan anggota dan personil Polres.

“Pojok baca sebenarnya merupakan program nasional Polri. Sesuai program itu, setiap ruang layanan publik diharuskan menyediakan ruang untuk membaca,” sebut Budi.

Pojok baca sudah ada, inspirasi baru pun tiba. Budi mencoba memasukkan geliat literasi ke dalam jeruji. Para tahanan dapat memanfaatkan pojok baca ini, dengan cara pinjam pakai buku bagi para tahanan yang ada di Mapolres.

"Hal ini sejalan inovasi yang diminta satuan atas ke tingkat bawah. Sat Intelkam berpikir bagaimana cara mereduksi kejahatan. Karena dari analisis Sat Intelkam, ada yang melakukan kejahatan itu berulang-ulang. Setelah diinterogasi, ternyata ada faktor ekonomi, tidak punya keahlian, ilmu pengetahuan yang kurang. Dari sinilah inovasi literasi menembus jeruji ini lahir," jelasnya.

Maka berkolaborasilah Sat Intelkam dan Sat Tahti. Program peminjaman buku yang langsung diantarkan ke ruang tahanan, pun dimulai. Jumat, 5 Maret 2021 gerakan literasi ini dieksekusi. Antusiasme para tahanan pun tinggi. Untuk menuntaskan buku pilihannya selesai dibaca, mereka diberi waktu lima hari. Setelah itu, akan ada buku baru --sesuai request mereka-- untuk dibaca lagi. 

"Antusias yang luar biasa ditunjukkan para tahanan di luar dugaan kami. Ternyata minat baca mereka sungguh luar biasa. Bahkan ada beberapa judul buku yang diminta, seperti buku tentang agama dan buku yang membahas permasalahan adat Minangkabau yang belum bisa kami sajikan kepada kawan-kawan tahanan karena alasan keterbatasan," katanya.

Tidak hanya itu, kata Budi lagi, buku seperti budi daya lele, beternak kambing dan budi daya hidroponik juga menjadi rebutan sebagai bahan bacaan bagi para tahanan.

"Hal ini tentu sangat positif sekali menambah wawasan bagi para tahanan. Sehingga nanti tiba masanya untuk kembali bergabung dengan masyarakat, kawan-kawan tahanan sudah punya bekal untuk melakukan hal-hal yang positif, dan tidak tertutup kemungkinan menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan mungkin menciptakan lapangan kerja bagi orang lain," tuturnya.

Budi menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya memenuhi kebutuhan bacaan yang diinginkan para tahanan. Bagi masyarakat yang ingin mendonasikan buku-buku yang dimilikinya, silahkan datang langsang ke Mapolres. 

“Kami dengan senang hati menerima donasi buku dari bapak-ibu,” ucapnya.

Atas inovasi ini, Kapolres, AKBP. Apri Wibowo, SIK mengapresiasi sekali dan meminta personil memberikan pelayanan sepenuh hati.

“Ini adalah bukti bahwa polisi melayani dan mengayomi. Bagian dari program Presisi yang dicanangkan Kapolri. Prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan. Ke depan akan diupayakan pengembangan gerakan literasi ini menjadi program yang benar-benar bermanfaat bagi orang banyak,  khususnya tahanan,” tuturnya bangga. (kominfo/rifki mahendra) 

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

POLDA SUMBAR

SUMATERA UTARA

KOMUNITAS

HUMANITY

KULINER

PARIWISATA

MANCANEGARA

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN


TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views



Terkini





Ekonomi Bisnis



HISTORIA


IKLAN

IKLAN

Artikel



Adv

FACEBOOK - TWEETER

INFO GEMPA






KARIR