24 August 2020

Remaja dan Hasil Survey KIE serta Advokasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Kabupaten Sijunjung


SIJUNJUNG, (GemaMedianet.com— Remaja sebagai penerus bangsa perlu disiapkan sebaik dan sedini mungkin guna menjadi manusia yang sehat baik secara jasmani dan rohani maupun mental dan spiritual, sehingga pemuda sebagai penerus bangsa benar-benar siap lahir bathin.

Usia remaja dinilai sebagai masa pancaroba dimana seseorang sedang mencari jati dirinya, meski tak lepas dari pengaruh arus globalisasi dan informasi yang kian tak terkendali.

"Di usia ini tentu mengakibatkan perilaku hidup remaja menjadi tidak sehat dan akan berdampak pada risiko kesehatan reproduksi remaja yakni seks di luar nikah, narkoba hingga HIV/AIDS," ungkap wakil Bupati Arrival boy, SH dalam sambutannya pada acara Advokasi KIE dan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), bertempat di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Muaro Sijunjung, Senen (24/8/2020).

Dikatakan, remaja saat ini memerlukan akses yang ramah dan tidak menghakimi. Dimana akan sangat positif pengaruhnya apabila remaja diberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Khususnya, mencakup fisik mental dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat fungsi serta proses reproduksi.

"Untuk itu, program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan topik yang perlu diketahui oleh seluruh masyarakat khususnya para remaja di Kabupaten Sijunjung agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya," tandasnya.

Di penghujung sambutan, Wakil Bupati menyampaikan pesan kepada para remaja agar tetap menjaga diri dan tidak terpengaruh oleh ajakan yang ingin merusak masa depan sebagai generasi penerus bangsa. Apalagi saat pandemi Covid-19 ini, tetap jaga daya tahan tubuh dan terapkan protokol kesehatan dengan baik, tutupnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sijunjung melalui Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga dan Pembangunan Keluarga (KSPK) NS. Rika Susanti, S.Kep. MARS mengatakan kepada GemaMedianet.com, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada para peserta pertemuan advokasi KIE dan KRR sebanyak 84 orang. Dengan rincian, sebanyak 54 orang siswa SMP/SMA, 8 orang dari camat di kabupaten Sijunjung, 1 orang dari Kemenag Sijunjung dan sisanya dari lintas SKPD Kabupaten Sijunjung.

Ia menambahkan, sebelumnya telah didahulukan dengan survey tahun 2019. Acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan mencuci tangan sebelum memasuki aula dengan jarak kursi satu dengan yang lain 1 meter, serta pakai masker lengkap selama acara, tutupnya. (dm)

0 komentar:

Post a Comment

Iklan

Iklan

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN KPU

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER