PADANG, (GemaMedianet.com) | Pemerintah Kota (Pemko) Padang melanjutkan proses pemulihan jangka panjang bagi korban banjir. Setelah penyediaan Hunian Sementara (Huntara), Pemko kini fokus menyiapkan lahan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang akan didanai oleh pemerintah pusat.
13 December 2025
Terurai Berkat Rekayasa, Wakil Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Dishub Atasi Kemacetan Sitinjau Lauik
PADANG, (GemaMedianet.com) | Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumbar dalam mengurai kemacetan parah di ruas Padang–Solok via Sitinjau Lauik.
Nanda Satria menilai Dishub telah bekerja keras setelah sebelumnya sempat terjadi penumpukan kendaraan hebat di jalur ekstrem tersebut.
“Walaupun sekitar 2–3 hari sempat macet parah, alhamdulillah berkat kerja keras Dishub dan semua pihak, kemacetan bisa terurai dan jauh lebih lancar dari sebelumnya,” ujarnya, Jum'at (12/12).
Kebijakan Krusial Pengalihan Jam Operasional
Menurut Nanda, Sitinjau Lauik merupakan jalur rawan penumpukan. Oleh karena itu, kebijakan pengalihan jam operasional angkutan barang ke pukul 20.00–06.00 WIB berdasarkan Surat Pengumuman Gubernur dinilai sangat tepat dan krusial.
Selain pengaturan jam operasional, Dishub juga melakukan beberapa strategi lapangan:
Penambahan Personel: Memperpanjang waktu pengawasan truk hingga pukul 22.00 WIB di pos penyekatan (Ladang Padi dan Rumah Makan Mintuo) dan menambah personel di titik bottleneck.
Tim Urai : Menyiagakan Tim Urai dan Tim Urai Mobile untuk mencegah kendaraan mengambil jalur kanan dan mempercepat penanganan kecelakaan.
Penindakan : Koordinasi dengan Kepolisian untuk penindakan tegas menggunakan ETLE Handheld.
Jalur Alternatif : Berkoordinasi dengan BPJN dan BMCKTR untuk membuka jalur alternatif (Lembah Anai dan Maninjau) bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
PentingnyaKedisiplinan Pengguna Jalan
Nanda menegaskan bahwa kesuksesan pengendalian lalu lintas ini juga bergantung pada kedisiplinan masyarakat.
“Pengguna jalan harus mematuhi pengalihan jam operasional truk. Jangan menyalip atau mengambil jalur kanan saat antrean karena itu memperparah kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan,” tegasnya, sambil mengingatkan pengendara agar memastikan kondisi kendaraan prima saat melintasi medan ekstrem tersebut.
#Editor: Marzuki RH
12 December 2025
Ditolak Warga Pauh Karena Jarak, DPRD dan Pemko Padang Cari Lokasi Alternatif Huntara di Sekitar Pauh
PADANG, (GemaMedianet.com) | Proses relokasi korban bencana banjir bandang di Padang menemui tantangan signifikan, terutama dari warga Kecamatan Pauh. Sebagian besar warga Pauh menyatakan keberatan untuk pindah ke Hunian Sementara (Huntara) yang telah disediakan Pemerintah Kota (Pemko) di Lubuk Buaya, Koto Tangah.
Akses Jalan Pulih, Tim Gabungan Pemko Padang Gelar Goro Masif Bersihkan Material Banjir di Guo Lubuk Tempurung
PADANG, (GemaMedianet.com) | Warga Kawasan Guo Lubuk Tempurung, Kecamatan Kuranji, menyambut antusias kegiatan gotong royong (goro) masif yang dilakukan tim gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk membersihkan material pascabanjir.
Dua Warga Padang Masih Hilang Pasca Banjir Bandang, Pemko Beri Pendampingan Psikis Intensif bagi Korban Terdampak
PADANG, (GemaMedianet.com) | Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 28 November 2025 lalu menyebabkan sebelas jiwa meninggal dunia, di mana dua di antaranya masih dinyatakan hilang hingga saat ini.
Dukung Peliputan di Tengah Bencana, BPBD Sumbar Salurkan 50 Paket Sembako untuk Wartawan IKW-RI
PADANG, (GemaMedianet.com) | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap insan pers yang bertugas di masa tanggap darurat bencana. BPBD menyalurkan 50 paket sembako kepada wartawan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI).
Kawasan Terdampak Terparah, Warga Dusun Sampan Pariaman Minta Dua Perahu Karet untuk Evakuasi Banjir Susulan
PARIAMAN, (GemaMedianet.com) | Dusun Sampan, Desa Punggung Lading, Kecamatan Pariaman Selatan, diidentifikasi sebagai kawasan terdampak terparah banjir di Kota Pariaman. Lebih dari 250 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan 10 rumah rusak berat. Warga kini masih diliputi trauma dan sangat mengkhawatirkan potensi banjir susulan.













