PASAMAN, (GemaMedianet.com) | Sejumlah organisasi wartawan menyesalkan ucapan yang dilontarkan Sekretaris DPRD Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Dedi tentang kerjasama publikasi di instansi tersebut.
Seperti yang dikatakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman, Hendra Saputra. Menurutnya, ucapan Sekwan yang disampaikan kepada salah seorang wartawan senior Pasaman tersebut seakan akan menantang media yang ada di Pasaman.
"Saya akui memang ada kewenangan sekwan untuk menentukan kerjasama publikasi antara media dan DPRD, tentu itu melalui administrasi yang telah ditentukan. Tapi, tidak sewajarnya seorang pejabat publik melontarkan kata-kata yang seakan-akan menantang wartawan seperti dirinya mengatakan siap secara pribadi dengan masalah itu. Siap untuk melanjutkan kerjasama atau tidak melakukan kerjasama dan ini perlu perlu penjelasan lebih lanjut," tukas Hendra.
Hal senada juga dikatakan Ketua Persatuan Jurnalis Demokrasi Indonesia (PJID) Kabupaten Pasaman, Ewin. Ia juga kesal melihat tutur bahasa pejabat seperti Sekwan yang tidak patut itu.
"Dia itu sekarang adalah salah seorang pejabat publik di Pemkab Pasaman. Setahu saya, selaku ASN dan pejabat harus mampu melayani dan mencarikan jalan keluar kepada masyarakatnya, bukan menantang seperti itu. Apalagi terhadap kawan-kawan media yang notabene nya adalah mitra Pemda Pasaman juga," tutur Ewin.
Menurutnya, jika tidak terima dikritik masyarakat, tidak usah menjadi pejabat di Kabupaten Pasaman ini.
Ia berharap kepada Bupati atau pihak terkait, agar dapat mengevaluasi kinerja para pejabatnya, khususnya Sekwan ini.
"Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka yang rugi nantinya adalah Pemkab Pasaman sendiri. Karena jabatan Sekwan tersebut adalah perpanjangan tangan Pemkab Pasaman di DPRD. Apapun yang terjadi, ia harus bisa mempertangungjawabkan kinerjanya kepada Bupati Pasaman," terang Ewin.
Sebelumnya, salah seorang wartawan senior di Kabupaten Pasaman menghubungi Sekwan melalui telephone selluler menanyakan tentang kerjasama publikasi dengan DPRD Pasaman.
Bukannya mencarikan solusi, malah mengeluarkan kata-kata bahwa dirinya berhak tidak melakukan kontrak kerjasama dengan media, khususnya media yang pernah memberitakan DPRD.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa dirinya atas nama pribadi siap menghadapi permasalahan itu.
Pernyataan yang dilontarkan mantan Kadis Sosial ini sontak membuat puluhan wartawan di Kabupaten Pasaman geram. (Rizky)









0 comments:
Post a Comment