13 March 2026

Ubah Sampah Jadi Rupiah : Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Sampah Regional di Pesisir Selatan



PESSEL, (GemaMedianet.com) | Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, turun langsung ke tengah masyarakat Nagari Padang XI Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Jumat (13/3/2026). 

Kehadirannya bertujuan menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah Regional.

Kegiatan yang berpusat di Posko Kelompok Tani Batu Tapak ini menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi sekadar membuang pada tempatnya, melainkan proses terpadu yang dimulai dari pemilahan sejak di tingkat rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Doni Harsiva Yandra menegaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama keberhasilan regulasi ini. Ia mengajak warga untuk tidak lagi melihat sampah sebagai beban, melainkan potensi ekonomi jika dikelola dengan teknik yang benar.

“Melalui sosialisasi ini kita berharap masyarakat memahami bahwa jika dikelola dengan benar, sampah dapat memberikan nilai ekonomi. Pemerintah daerah melalui Perda ini sudah mengatur langkah dari pengurangan hingga pengolahan berkelanjutan,” ujar Doni di hadapan puluhan tokoh masyarakat dan kader senam yang hadir.

Teknis Pengelolaan PSLB3

Guna memberikan pemahaman teknis, kegiatan ini juga menghadirkan Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3PK) Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Wardoyo, A.Md.T., M.Si. 

Ia membedah kebijakan teknis mengenai pengangkutan, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga.

Tabel Poin Utama Perda No. 8 Tahun 2018

 Tahap   Pengelolaan Tindakan Nyata Masyarakat
 Pengurangan Membatasi penggunaan   plastik   sekali pakai
 Pemilahan Memisahkan sampah organik   dan anorganik di rumah.
 Pengolahan Mengubah sampah organik   menjadi kompos atau pakan. 
 Nilai Ekonomi Menyetorkan sampah   plastik/kertas ke Bank Sampah.
Dukungan Lintas Tokoh Nagari

Antusiasme warga Linggo Sari Baganti terlihat dari hadirnya para wali nagari dari Punggasan Timur, Padang XI Punggasan, Lagan Mudik, hingga Muara Gadang. Kehadiran elemen Bundo Kanduang, pemuda, dan Bamus menunjukkan adanya keinginan kolektif untuk menciptakan lingkungan nagari yang bersih dan sehat.

Diharapkan, setelah sosialisasi ini, nagari-nagari di Punggasan dapat mulai merintis unit pengelolaan sampah mandiri yang selaras dengan kebijakan regional Sumatera Barat. (mrh)

#Editor : RS Khadiva

0 comments:

Post a Comment


SOLOK SELATAN

PRAKIRAAN CUACA

eqmap

KHAZANAH

POLDA SUMBAR

iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Iklan

Iklan

Terkini

Iklan

FACEBOOK - TWEETER

Iklan

BUMN

Iklan

Iklan

REMAJA DAN PRESTASI

iklan

Blog Archive