02 Juli 2022

Melewakan Gelar Adat, Irjen Pol Teddy Minahasa : Saya dan Isteri Akan Menyertai Dengan Tanggung Jawab



BATUSANGKAR, (GemaMedianet.com| Usai menyerahkan benda pusaka raja-raja Minangkabau, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH, S.Ik, MH beserta istri melewakan gelar adatnya di Istano Basa Pagaruyung, Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (1/7/2022).

Palewaan gelar kehormatan Adat ini dilakukan oleh Tampuak Tangkai Alam Minangkabau, yang dihadiri oleh Gubernur Sumbar, Ketua LKAAM Sumbar, Ketua LKAAM se Sumbar, Penghulu, Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai serta Bundo Kanduang.

BACA JUGA :  Serahkan Benda Pusaka Raja-raja Minangkabau, Kapolda Irjen Pol Teddy Minahasa : Amanah Untuk Saya Kembalikan

Pada kesempatan ini, Irjen Pol Teddy Minahasa dalam sambutannya menyampaikan rasa terhormat dan mengucapkan terima kasih, apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pemberian gelar adat Minangkabau kepada mereka berdua.

Apalagi sebutnya, gelar adat ini merupakan gelar adat di Minangkabau dan sesuatu yang sangat mahal, sehingga dirinya beserta keluarga merasa terhormat mendapatkan gelar tersebut.

BACA JUGA : Kapolda irjen Pol Teddy Minahasa Serahkan Benda Pusaka Raja-raja Minangkabau di Istano Basa Pagaruyung

Gelar adat itu sendiri yakni Tuanku Bandaro Alam Sati untuk Irjen Pol Teddy Minahasa, sedangkan istrinya mendapatkan gelar Puti Sibadayu Alam.

"Pagi ini kami berdua sungguh merasa sangat terhormat. Kami berdua akan menyertai dengan tanggung jawab yang tidak ringan untuk dapat menampilkan diri sebagai keluarga besar dunsanak dari bangsa Minangkabau yang sungguh religius, sangat toleransi dan selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat," katanya.

BACA JUGA : Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa dan Isteri Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat

Dia menuturkan, ada 4 pesan yang disampaikan oleh Gubernur Sumbar kepadanya yang tidak boleh dilanggar, yakni pertama, masalah tutur kata harus mencerminkan betul seorang penghulu.

Kemudian yang kedua, adalah sikap prilaku. Yang ketiga, kalau marah harus ada kendalinya.

"Artinya sama dengan tidak boleh marah-marah, terutama marah kepada gubernur," canda Kapolda Sumbar.

Yang keempat katanya, dia beserta istri diwajibkan bersikap konsisten dan konsekuen.

"Itu tentunya tidak diragukan lagi, semenjak saya mengikrarkan diri sebagai anggota Polri, semenjak saya bersumpah sebagai anggota Polri, Insya Allah saya 'Siraatalmustaqim'," terangnya.

Dia menambahkan, amanah yang diterimanya tersebut akan dijaga dan diimplementasikannya dengan baik sebagai pengemban 'Tuanku' dari bangsa Minangkabau ini.

Usai pelewaan gelar adat oleh Tampuak Tangkai Alam, kegiatan dilanjutkan dengan makan bajamba (makan bersama) di dalam Istana Basa Pagaruyung.

(pr)

0 comments:

Posting Komentar

Advertisement

loading...


eqmap

SUMATERA UTARA

JMSI

JMSI

Mario Syahjohan

Mario Syahjohan

POLDA SUMBAR

KOMUNITAS

KULINER

MENTAWAI

MANCANEGARA


Remaja dan Prestasi

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views


Terkini



Rantau

HISTORIA



FACEBOOK - TWEETER


Artikel


BUMN


Khazanah






Adv