15 October 2020

Hari Rabies Sedunia di Sumbar Diperingati Dengan Pemberian Vaksin Gratis Pada Hewan Peliharaan


PADANG, 
(GemaMedianet.com
) — Setiap tahunnya pada setiap tanggal ditetapkannya tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies se dunia.

Seperti diketahui, peringatan itu adalah mengenang jasa seorang Ahli Mikrobiologi asal Prancis, Louis Pasteur yang bersama rekannya Emile Roux, merupakan orang pertama yang mengembangkan vaksin rabies dan mengaplikasikannya pada manusia tahun 1885.

Guna mengenang jasanya Pasteur, tanggal kematiannya 28 September 1885 diperingati setiap tahun sebagai Hari Rabies Sedunia.

Peringatan Hari Rabies Sedunia diinisiasi oleh Aliansi Pengendalian Rabies (ARC) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada tahun 2007.

Perayaan Hari Rabies Sedunia yang pertama ini diselenggarakan di 74 negara dengan menjangkau 1,5 juta orang, serta dilakukan vaksinasi terhadap 270 ribu hewan.

Kegiatan ini kemudian didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Dunia untuk kesehatan hewan (OIE) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Sebuah organisasi nonprofit bernama aliansi global untuk pengendalian Rabies (GARC) kemudian menjadi koordinator penyelenggaraan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day). 

Di Sumatera Barat (Sumbar),  peringatan Hari Rabies Sedunia ditandai dengan program pemberian vaksinasi gratis dan sterilisasi gratis.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) drh. Erinaldi, MM melalui Kepala UPTD Rumah Sakit Hewan drh. Idham Fahmi mengatakan, dalam rangka peringatan Hari Rabies Sedunia, Disnak Keswan Provinsi Sumatera Barat melalui unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Rumah Sakit Hewan meluncurkan dua program dalam bentuk pemberian Vaksinasi dan Sterilisasi Gratis Hewan Penyebar Rabies (HPR).

"Dua program yakni vaksinasi dan sterilisasi yang diberikan secara gratis ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pemilik Anjing dan Kucing serta HPR seperti Kera untuk mengantisipasi penyakit Rabies," ujar Idham.

Meski di tengah pandemi COVID-19, upaya untuk menghilangkan dan mencegah rabies di Sumbar terus dilakukan sepanjang waktu dengan program vaksinasi dan sterilisasi HPR.

Untuk Program Vaksinasi HPR, sebutnya, diberikan secara gratis bagi 1000 ekor HPR dan dilakukan di Rumah Sakit Hewan dan Okupasi Kota Padang.

Untuk keterlibatan masyarakat dalam menyosialisasikan program vaksinasi ini, pihaknya menggandeng media dan komunitas pencinta hewan di Kota Padang. Diantaranya Padang Cat Lovers (PCL), Indonesian Cat Association (ICA) dan sebagainya.

"Kita berharap program vaksinasi berjalan sukses dalam rangka menekan penyebaran Rabies. Hingga saat ini kuota program ini masih cukup banyak. Oleh karena itu kita berharap masyarakat pemilik hewan peliharaan dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya," tukas Idham.


Kemudian, program lain yang dapat dimanfaatkan untuk hewan peliharaan masyarakat, yakni Sterilisasi HPR. Namun khusus program ini terbatas bagi 30 ekor HPR.

"Kita menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia tahun ini sebanyak 30 ekor HPR dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat," terang Idham.

Ia mengaku antusias masyarakat pemilik hewan peliharaan dalam memanfaatkan program sterilisasi ini cukup tinggi. Namun karena anggaran yang disediakan terbatas, maka beberapa warga pemilik hewan yang datang setelah kuota berakhir terpaksa tidak dapat dilayani lagi.

Dijelaskan, dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit Rabies melalui program sterilisasi, maka Disnak Keswan Sumbar dapat melakukan pengendalian populasi penyakit sebanyak 240 ekor HPR.

Ia mengilustrasikan, satu ekor HPR betina dalam setahun minimal melahirkan 2-4 ekor anak. Jika dua ekor HPR betina saja dapat disterilisasi, maka akan ada 8 ekor HPR dikendalikan dalam setahun.

"Meski kuota sterilisasi hanya sebanyak 30 ekor, namun sudah dapat dikendalikan sebanyak 240 ekor HPR dalam setahun," tukasnya.

Idham menambahkan, dalam menyukseskan dua program tersebut, pihaknya memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki UPTD Rumah Sakit Hewan. Mulai dari proses checkup, USG hingga pelayanan yang sebaik-baiknya.

"Kita berharap kasus Rabies turun, bahkan nol di Sumbar. Untuk itu mohon dukungan semua pihak selaras dengan tema hari Rabies Sedunia 2020 "Kolaborasi Berkualitas, Vaksinasi Tuntas, Rabies Bebas!", katanya. (UK1

0 komentar:

Post a Comment

Advertisement

loading...


eqmap

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN IKW RI

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

INFO GEMPA

KARIR