16 December 2019

Forum Anak Nagari Demo Pemindahan Lokasi Penas Tani & Nelayan ke XVI Juni 2020 ke DPRD Sumbar


PADANG, (GemaMedianet.com— Gonjang-ganjing dipindahkannya lokasi agenda nasional Penas Tani dan Nelayan ke XVI Juni 2020 dari Kota Padang ke Kabupaten Padang Pariaman, mengundang keresahan anak nagari Koto Tangah, Kuranji dan Nanggalo Kota Padang.

Selain kuatnya dukungan mereka terhadap kesuksesan Penas Tani dipandang sebelah mata, anak nagari merasa harga diri mereka terancam akibat kebijakan yang tidak mengakar ke bawah.

Hal itu terungkap dari orasi puluhan anak nagari yang tergabung dalam Forum Anak Nagari Koto Tangah dan sekitarnya sewaktu melakukan aksi demo ke DPRD Sumbar, Senin (16/12/2019) siang.

Salah seorang tokoh masyarakat Haji Arifin Musa di kesempatan itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan yang diambil Gubernur Sumatera Barat lewat suratnya yang banyak beredar di tengah masyarakat, terkait dipindahkannya lokasi Penas Tani dan Nelayan dari Kota Padang ke Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara anak nagari Koto Tangah, Kuranji dan Nanggalo sendiri tidak pernah mendapatkan pemberitahuan dan penjelasan dari gubernur, walikota, camat hingga perangkatnya di Nagari/kelurahan. Padahal, anak nagari sudah sejak lama memberikan dukungan terhadap kesuksesan Kota Padang sebagai tuan rumah Penas Tani dan Nelayan ke XVI Juni 2020 mendatang.

"Hingga hari ini kami tidak pernah menerima pemberitahuan dan penjelasan apapun, kenapa dan mengapa lokasi Penas Tani dan Nelayan yang semula di Kota Padang pindah begitu saja ke Kabupaten Padang Pariaman," tukasnya.

Oleh karena itu, sebut Arifin Musa, kedatangan Forum Anak Nagari ke DPRD Provinsi Sumatera Barat meminta dukungan DPRD agar suara masyarakat didengarkan oleh pemerintah provinsi.

"Kesuksesan Penas Tani di Kota Padang adalah harga diri bagi anak nagari, dan marwah bagi masyarakat bahkan Sumatera Barat secara umum. Tidak ada kusuik (kusut) yang tidak selesai, kembalilah pada filosofi masyarakat Minangkabau," ungkapnya dengan suara berapi-api.

Sementara Roni Candra, Koordinator aksi selain berorasi juga menyampaikan tuntutan dari anak nagari atas nama masyarakat Koto Tangah, Kuranji dan Nanggalo.

Ada lima poin tuntutan masyarakat, diantaranya pertama, cabut kembali surat keputusan Gubernur Sumbar terkait pemindahan lokasi tuan rumah Penas Tani dan Nelayan ke - XVI tahun 2020 ke Kabupaten Padang Pariaman.

Kedua, kembalikan lokasi penyelenggaraan Penas Tani dan Nelayan ke - XVI tahun 2020 ke Kota Padang.

Ketiga, jika lokasi Penas Tani dan Nelayan ke XVI tahun 2020 tetap diselenggarakan di Kabupaten Padang Pariaman, maka Pemprov Sumbar berkewajipan mengganti kerugian atas segala sesuatu yang sudah dipersiapkan masyarakat.

Keempat, cabut kembali pernyataan salah seorang pejabat Pemprov yang mengatakan Kota Padang tidak siap jadi tuan rumah Penas Tani dan Nelayan ke XVI tahun 2020.

"Permintaan maaf harus dilakukan secara terbuka dan tertulis, " pungkas Roni.

Kelima, copot Ketua KTNA dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat dari jabatannya.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Sumbar Supardi yang menerima dan menyambut aspirasi masyarakat tersebut berjanji dalam minggu ini akan memanggil Pemprov Sumbar dan meminta penjelasan terkait pemindahan lokasi Penas Tani dan Nelayan yang notabene merupakan agenda nasional.

Apalagi, sebut Supardi ecara resmi DPRD Sumbar belum mengetahui dan menerima surat gubenur terkait pemindahan lokasi Penas Tani dan Nelayan ke Kabupaten Padang Pariaman. 

Politisi Partai Gerindra ini juga berjanji akan memberikan jawaban dalam waktu dekat pada masyarakat jika sudah melakukan pembicaraan dengan gubernur dan stakeholder terkait.

"Apa yang menjadi tuntutan masyarakat hari ini akan menjadi acuan dalam pembicaraan dengan anggota DPRD lainnya dan gubernur terkait alasan pemindahan lokasi,” ulasnya.

Supardi  juga memberikan keyakinan pada masyarakat, bahwa Penas Tani dan Nelayan ke XVI Juni 2020 akan tetap berada di Kota Padang.

Aksi yang berlangsung cukup damai tersebut, diakhiri dengan penyerahan tuntutan masyarakat secara tertulis kepada Ketua DPRD Sumbar Supardi. Selanjutnya peserta aksi membubarkan diri secara tertib, dan kembali ke lokasi masing-masing. (uki)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER