15 December 2019

DPRD Kota Padang Nilai Wisata Budaya Peluang Bagi Kemajuan Kepariwisataan


PADANG, (GemaMedianet.com— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap Pemerintah Kota Padang dapat memanfaatkan peluang  bagi kemajuan kepariwisataan, dengan adanya kecenderungan masyarakat akhir-akhir ini terhadap wisata budaya.

Penegasan itu disampaikan Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye sewaktu membuka Festival Siti Nurbaya Selaju Sampan Badusanak Tahun 2019 di kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (14/12/2019).

Dalam penilaian Mastilizal Aye yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang, kecenderungan akhir-akhir ini terhadap destinasi wisata yang sudah mulai beralih ke wisata budaya dapat dimanfaatkan bagi kepariwisataan di Kota Padang.

"Ini mejadi kesempatan bagi Kota Padang untuk melestariskan budaya lokal, sebagaimana kita juga punya budaya yang beragam,” ungkap Mastilizal Aye  dalam kegiatan yang juga dihadiri anggota DPRD Kota Padang, Irawati Meuraksa.

Sejalan dengan itu, sebutnya, selaju sampan sebagai sebuah olahraga tradisional yang merupakan warisan dari ninik terdahulu, sangat bersentuhan langsung dengan budaya tradisional.

"Oleh karena itu Selaju sampan sebagai bagian dari permainan anak nagari, sekaligus bentuk kearifan budaya lokal  wajib dilestarikan," ujarnya.

Ia juga berpesan, selama perlombaan berlangsung diharapkan peserta dapat memperlihatkan semangat juang dan menjaga sportifitas. 

Selain itu, dengan dimulainya lomba selaju sampan ini dapat menjadi pemersatu bangsa.

Sementara kepada generasi muda Kota Padang, Mastilizal Aye berharap, melalui momen ini dapat terus berkarya dengan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki.

“Pertahankan budaya tradisional yang kita miliki dan teruslah berbuat yang terbaik untuk kemajuan Kota Padang,” pesannya. 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Arfian mengatakan, festival yang merupakan kalender tahunan Kota Padang tersebut diikuti oleh 32 tim. 

"30 tim berasal dari Kota Padang dan dua tim lainnya dari Kepulauan Mentawai," ujarnya.

Ia menambahkan, event ini bertujuan untuk terciptanya pelestarian seni budaya lokal yang masih tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, sekaligus sebagai pelestarian permainan anak nagari Kota Padang.

Melalui event ini, sebut Arfian, juga diharapkan dapat menunjang sektor kepariwisataan, terutama dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Lomba diadakan selama dua hari, dimulai hari ini (Sabtu) dan dilanjutkan besok hari (Minggu) sebagai final untuk mendapatkan juara I, II,III dan IV.


Dalam pembukaan lomba yang juga bertajuk Festival Selaju Sampan/Dayung Sampan Tradisional Tingkat Sumbar Tahun 2019 ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata  Sumbar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi, Camat Padang Selatan Fuji Astomi, Ketua Dharma Wanita Kota Padang Ny. Eti Amasrul dan unsur Forkopimka setempat. (em/hms).

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER