Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menegaskan bahwa temuan kasus ini membuktikan virus campak tengah aktif bergerak di tengah masyarakat. Tanpa tindakan pencegahan yang cepat, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan tertular.
Dinkes mengingatkan warga agar tidak meremehkan gejala campak yang ditandai dengan batuk, bersin, demam tinggi, serta ruam merah di sekujur tubuh. Jika penanganan terlambat, virus ini dapat menyerang organ vital lainnya.
“Campak tidak boleh dianggap enteng. Jika dibiarkan, dampaknya bisa memicu sesak napas (infeksi paru), diare hebat, kebutaan, hingga radang otak. Kita tidak ingin hal buruk ini menimpa anak-anak kita,” ungkap dr. Srikurnia Yati dengan nada peringatan.
Imunisasi : Benteng Terakhir Anak
Sebagai langkah pemutus rantai penularan, satu-satunya cara paling efektif adalah melalui imunisasi. Imunisasi tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) di lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua yang memiliki anak usia 9 hingga 59 bulan untuk segera membawa buah hatinya ke Posyandu, Puskesmas, atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan imunisasi,” tegas Kadinkes.
Konteks Nasional : 8 Ribu Kasus dalam Dua Bulan
Situasi di Kota Padang ini sejalan dengan tren nasional. Di Indonesia, tercatat sebanyak 8.810 kasus terduga campak hanya dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2026. Sifat virus yang dapat menularkan penyakit kepada banyak orang dalam waktu singkat melalui udara menjadikan penyakit ini sebagai ancaman serius bagi kesehatan publik di awal tahun ini. (kmf)
#Editor: Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment