PARIAMAN, (GemaMedianet.com) | Potret kemiskinan ekstrem ditemukan di jantung Kota Pariaman. Maryunis, seorang warga Dusun Sampan, Desa Punggung Lading, terpaksa bertahan hidup di sebuah hunian yang jauh dari kata layak. Berdinding seng karat dan terpal, berlantaikan tanah, serta senantiasa becek saat hujan mengguyur.
Kondisi memprihatinkan ini direspons langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Endarmy, yang turun meninjau lokasi pada Jumat, 6 Februari 2026. Peninjauan ini merupakan janji Endarmy saat Maryunis menyampaikan aspirasinya dengan berurai air mata pada kegiatan reses sebelumnya.
Endarmy mengaku terenyuh melihat fakta di lapangan. Menurutnya, kondisi rumah Maryunis sudah berada di titik kritis yang harus segera mendapatkan intervensi pemerintah.
“Saat reses, beliau (Maryunis) bercerita dengan suara terbata dan air mata. Setelah saya lihat langsung, saya benar-benar tidak menyangka di wilayah perkotaan masih ada rumah yang kondisinya se-memprihatinkan ini,” ujar Endarmy, Minggu (8/2).
Lahan garapan Maryunis yang rusak akibat banjir memperparah keadaan, hingga memaksa keluarga tersebut sempat mengungsi karena rumah yang mereka tempati sering terendam air.
Sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumbar, Endarmy bergerak cepat mengambil langkah administratif.
Pertama, pengusulan Bantuan. Endarmy akan memasukkan rumah Maryunis ke dalam program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tingkat provinsi.
Kedua, Verifikasi Data. Padang meminta keluarga segera melengkapi dokumen KTP dan bukti kepemilikan lahan sebagai syarat utama bantuan.
Ketiga, Target Luas. Saat ini, Endarmy tengah mengawal total 20 unit rumah di daerah pemilihannya untuk mendapatkan program serupa.
Dukungan Pemerintah Desa
Kepal,a Desa Punggung Lading, Aulia Mardhi Arif, menyatakan dukungannya secara penuh. Pihak desa telah menyerahkan Surat Keterangan status tanah yang tidak bersengketa kepada Endarmy.
“Kami siap mengawal seluruh proses administrasi agar bantuan ini segera terealisasi dan warga kami bisa tinggal di hunian yang manusiawi,” tegas Aulia.
Aksi turun lapangan ini menjadi bukti bahwa reses bukan sekadar seremoni serap aspirasi, melainkan momen penyelamatan bagi warga yang selama ini tak tersentuh bantuan.
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment