PADANG, (GemaMedianet.com) | Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, berkomitmen penuh untuk memperkuat peran perempuan dalam menopang ekonomi rumah tangga.
Hal ini ditegaskannya saat menggelar reses bersama 100 perwakilan dari 13 Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Pauh, di Rumah Tengah Sawah, Padang, Minggu (8/2/2026).
Muhidi meyakini bahwa KWT merupakan motor penggerak ketahanan pangan yang efektif. Menurutnya, jika kaum perempuan bergerak secara terorganisir, maka produktivitas dan pendapatan keluarga akan meningkat secara signifikan.
Dalam dialog tersebut, Muhidi menjelaskan bahwa bantuan dan pendampingan yang diberikan tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing kelompok di lapangan. Beberapa sektor yang menjadi fokus pengembangan meliputi Peternakan, yakni Budidaya ayam dan ternak kambing.
Kemudian, Perikanan yakni pengelolaan kolam ikan air tawar. Lalu, Keterampilan. Pelatihan berbagai keahlian teknis untuk menunjang usaha mandiri.
Pesan Keberlanjutan : Skill, Pengetahuan, dan Kejujuran
Muhidi mengingatkan para anggota KWT agar mengusulkan program yang benar-benar dibutuhkan dan memiliki potensi untuk berkelanjutan, bukan sekadar usaha musiman.
Ia menekankan, bahwa bantuan modal harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Tantangan ke depan semakin berat. Kalau masyarakat tidak menyiapkan pengetahuan, skill, serta kejujuran dalam berusaha, mereka akan tertinggal. Kita ingin KWT ini tidak hanya menerima bantuan, tapi menjadi mandiri," tegas Muhidi.
Agenda Reses Masa Persidangan Kedua
Kegiatan di Kecamatan Pauh ini merupakan bagian dari rangkaian Reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2025/2026 yang berlangsung selama delapan hari (2–9 Februari 2026).
Seluruh anggota DPRD Sumbar saat ini tengah turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing guna memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam perencanaan anggaran provinsi.
Melalui penguatan KWT, diharapkan tercipta ketahanan pangan berbasis keluarga yang kokoh, sehingga masyarakat Pauh lebih siap menghadapi fluktuasi harga pangan di masa depan.
#Editor : Marzuki RH









0 comments:
Post a Comment