14 April 2020

Perjuangan Atika Ikuti Perkuliahan Online, "Tumpang" ke Nagari Tetangga Demi Dapatkan Sinyal Internet

Atika Yulanda Tengah Mengikuti Perkuliahan online (Doc. Dramendra/Ist) 

SIJUNJUNG, (GemaMedianet.com— Mahasiswi S2 Konsentrasi Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta bernama Atika Yulanda terpaksa harus mengendarai motor 12 Km setiap jadwal hari perkuliahannya.

"Ritual" itu dilakukannya untuk mendapatkan sinyal internet guna mengikuti perkuliahan online.

Pemudi asal Nagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat ini harus pulang ke rumahnya, karena kebijakan kampus meniadakan perkuliahan tatap muka yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta terkait wabah Covid-19.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini harus pulang ke kampung dan kepada keluarganya. Jarak dari Nagarinya ke pusat kabupaten Sijunjung lebih kurang 40 kilometer. "Di sini aman, nyaman, tidak bising, dan damai. Jauh dari informasi yang berkaitan dengan Covid-19. Ini karena sinyal internet tidak ada," ucap Atika, Selasa (14/4/2020).

Meskipun demikian, Atika harus tetap mengikuti kuliah online yang telah ditetapkan oleh kampus dan dosen pengasuh mata kuliah yang kini tengah diambilnya. Walaupun susah sinyal, Atika punya cara tersendiri untuk mengatasinya yakni dengan mengendarai motor menuju pusat kecamatan agar bisa mengikuti perkuliahan.

"Nagari saya dikelilingi perbukitan, selain itu karena jauhnya dari tower telekomunikasi dengan kata lain masih blankspot jadi saya sulit akses jaringan internet. Tapi hal itu tidak memutuskan semangat saya untuk bisa terus mencari informasi dalam perkuliahan. Agar bisa mengikuti perkuliahan, saya mengendarai motor lebih kurang 12 Km," ucapnya.

Setiap jadwal perkuliahan, Atika pergi ke pusat kecamatan sekira pukul 08.00 WIB dan pulang ketika perkuliah telah selesai hingga terkadang sampai sore. Sebelum pergi, ia pun sudah menyiapkan berbagai kebutuhannya mulai dari buku untuk bahan kuliah, hingga mengisi baterai smartphonenya sampai penuh.

Walaupun demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya surut untuk menunaikan kewajiban sebagai mahasiswi. Atika tetap semangat untuk melakukan aktivitas perkuliahan onlinenya.

"Dimana pun kuliahnya jika kita melakukannya dengan ikhlas, Inshaa Allah itu akan jadi pahala buat kita. Kuliah online ada hikmahnya juga. Saya jadi lebih banyak waktu bersama keluarga, hitung hitung melepas rindu beberapa bulan yang lalu," ungkap Atika.

Awalnya, Atika mengaku gundah dengan kebijakan kuliah online yang diterapkan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia merasa akan banyak tertinggal informasi, materi perkuliahan hingga poin-poin inti dari mata kuliah yang diambil, namun ternyata setelah seiring berjalannya waktu dan setelah konsultasi dengan dosen, semuanya berjalan baik.

"Alhamdulillah, dosen memaklumi dan mensupport semua kondisi mahasiswanya. Dosen juga mencoba menerapkan berbagai metode untuk memudahkan jalannya perkuliahan," ujarnya.

Atika pun sudah merindukan momen diskusi tatap muka langsung dengan dosen dan kawan-kawannya. Ia berharap masalah covid-19 cepat berlalu agar bisa melakukan aktivitas seperti semula. (dramendra)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER