20 April 2020

PDP Meninggal Dalam Perawatan Intensif RSAM, Gugus Tugas Pasaman Tunggu Hasil Swab Test


PASAMAN, (GemaMedianet.com— Seorang Warga Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Achmat Muchtar (RSAM) Kota Bukittinggi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Yusuf Lubis melalui Koordinator Juru Bicara, Williyam Hutabarat mengatakan, pasien PDP itu diketahui berinisial 'R' (38) warga Dusun Taleh Jorong Kampung Kajai Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari.

"Nyonya R meninggal dunia di RSAM Bukittinggi sekitar pukul 20.15 WIB (19/4/2020) kemarin," terang Williyam Hutabarat di Lubuk Sikaping, Senin (20/4).

Almarhumah kata Williyam Hutabarat, baru diberangkatkan dari RSAM Bukittinggi ke Kecamatan Tigo Nagari untuk dimakamkan sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi.

"Kemudian baru sampai di Pemakaman Umum  Dusun Taleh Jorong Kampung Kajai Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Almarhumah baru selesai dimakamkan dengan standar Covid-19 sekitar pukul 12.00 WIB tadi," imbuhnya.

Sesuai dengan keterangan dari gugus tugas melalui juru bicaranya, bahwa almarhumah R tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pendemi Covid-19.
"Almarhumah masuk IGD RSUD Lubuk Sikaping berstatus pasien biasa rujukan dari Puskesmas Ladang Panjang sekitar pukul 13.39 WIB (17/4) kemarin.

Almarhumah R mengeluhkan badan letih lebih kurang satu minggu. Kemudian perut terasa nyeri, penurunan nafsu makan, dan anemia berat. Namun saat itu sudah dimasukan dalam status Notifikasi," katanya.

Selama menjalani perawatan di RSUD Lubuk Sikaping dilakukan pemeriksaan labor alias Rapid Test dan hasilnya negatif Covid-19.

"Kemudian hasil rontgen dalam batas normal. Setelah diperiksa dan atas persetujuan dokter, pasien dirujuk oleh pihak RSUD Lubuk Sikaping ke RSAM Bukittinggi sekitar pukul 20.00 WIB (17/4) kemarin," terangnya.

Pasien R baru sampai di IGD RSAM Bukittinggi sekitar pukul 01.56 WIB, Jumat (18/4).

"Dengan indikasi pasien anemia berat, mata kuning (ikterik), dan dicurigai Kanker Pankreas dengan status Notifikasi. Sesampai di sana pasien mengalami sesak nafas, maka diputuskan dirawat di Ruang Isolasi Paru," katanya.

Dari pemeriksaan dokter, pasien mengidap penyakit Pneomonia PDP Covid-19. 

"Indikasi Kanker Pankreas dan mata kuning (Ikterik). Kemudian Anemia Berat dan Dehidrasi Berat. Namun dalam perawatan, pasien meninggal dunia sekitar pukul 20.15 WIB (19/4/) kemarin. Makanya ditetapkan PDP dengan proses pemakaman standar Covid-19," katanya.

Saat ini pihaknya tengah menunggu hasil Test Swab dari Laboratorium Unand Padang. (Noel)

0 komentar:

Post a Comment

Iklan

Iklan

Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN KPU

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER